Showing posts with label SMA PIIS. Show all posts
Showing posts with label SMA PIIS. Show all posts

Tuesday, April 21, 2020

Penyebab dan Bentuk Stratifikasi Sosial


A.      PENYEBAB STRATIFIKASI SOSIAL
1.       Faktor Pendorong Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial bisa terjadi dengan sendirinya (alami) dan bisa juga terjadi secara disengaja:
Stratifikasi sosial yang terjadi dengan sendirinya berarti tidak disengaja, dan disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa individu sejak lahir. Stratifikasi sosial yang terjadi dengan sendirinya yaitu berdasarkan usia/umur, jenis kelamin, keturunan, sifat keanggotaan seseorang dalam masyarakat (terjadi dalam kelompok ras tertentu).
Stratifikasi sosial yang terjadi dengan sengaja berarti terjadi karena disusun untuk tujuan tertentu, biasanya hal ini dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi (pemerintahan, perusahaan, partai politik, militer, dan lain-lain). Stratifikasi sosial yang terjadi dengan sengaja yaitu berdasarkan ukuran kekayaan, ukuran kekuasaan, ukuran kehormatan, dan ukuran ilmu pengetahuan, dimana yang paling tinggi diantaranya akan menempati lapisan atas dalam stratifikasi sosial.

2.       Unsur-unsur Stratifikasi Sosial
Unsur-unsur dalam stratifikasi sosial dalam masyarakat adalah kedudukan (status) dan peranan (role). Status menunjukkan tempat atau posisi seseorang dalam masyarakat, sedangkan peranan merupakan suatu tingkah laku atau tindakan yang diharapkan dari seorang individu yang menduduki status tertentu.
Kedudukan dibedakan menjadi dua, yaitu ascribed status (kedudukan yang diperoleh karena faktor kelahiran, diperoleh dengan sendirinya) dan achieved status (kedudukan yang dicapai seseorang dengan usaha sendiri). Peran sangat penting karena dapat mengatur perilaku seseorang karena dapat memberi arah pada proses sosialisasi.

3.       Sifat-sifat Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi stratifikasi sosial tertutup dan stratifikasi sosial terbuka:
Stratifikasi sosial tertutup, dalam stratifikasi sosial tertutup membatasi atau tidak memberikan kemungkinan terhadap seseorang untuk pindah dari lapisan yang satu ke lapisan sosial yang lainnya, baik ke atas maupun ke bawah. Contohnya dalam sistem kasta.
Stratifikasi sosial terbuka, dalam stratifikasi sosial terbuka memungkinkan kepada seseorang untuk pindah dari lapisan satu ke lapisan yang lainnya, baik ke atas maupun ke bawah sesuai dengan kecakapannya.

B.      BENTUK STRATIFIKASI SOSIAL
Dalam masyarakat terdapat berbagai bentuk stratifikasi sosial. Bentuk itu dipengaruhi oleh kriteria atau faktor apa yang dijadikan dasar dalam mengklasifikasikan. Berikut ini bentuk-bentuk stratifikasi sosial menurut beberapa kriteria, yaitu:
1.       Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi
Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria ekonomi ditentukan berdasarkan materi yang dimiliki dan dikuasai oleh seseorang. Pendapatan dan kekayaan membuat masyarakat terbagi dalam berbagai lapisan atau kelas-kelas sosial. Stratifikasi ini bersifat terbuka, karena dapat berubah sesuai kondisi kepemilikan materinya.

2.       Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Sosial
Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria sosial dapat kita temua dalam masyarakat yang feodal, menganut sistem kasta, dan masyarakat rasial. Stratifikasi ini termasuk ke dalam stratifikasi sosial tertutup.

3.       Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Politik
Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria politik berhubungan dengan kekuasaan yang dimiliki oleh anggota masyarakat. Stratifikasi ini akan menjadikan masyarakat terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok lapisan atas yaitu elite penguasa yang disebut juga kelompok dominan (menguasai), sedangkan kelompok lapisan bawah, yaitu orang atau kelompok masyarakat terdominasi (dikuasai).

Sumber bacaan: Buku Siswa Antropologi untuk SMA/MA Kelas X, Karangan:Annisa Nur Rohmah. Penerbit Mediatama (2016).


Setelah mempelajari materi di atas, silahkan lakukan kegiatan di bawah ini:
1.       Jawab pertanyaan berikut ini di buku tulismu (soal ditulis),
a.       Sebutkan dan jelaskan stratifikasi sosial yang ada pada masyarakat feodal!
b.       Sebutkan dan jelaskan stratifikasi sosial yang ada pada masyarakat sistem kasta!
2.       Tonton bideo berikut ini: https://youtu.be/tNEGpzaQyC4 , like dan komen disana sebagai bukti kehadiran disana dan juga untuk mengapresiasi usaha orang lain.
3.       Setelah menonton videonya, jawab pertanyaan ini di buku tulismu (soal ditulis),
a.       Bagaimana faktor pendorong yang terjadi dalam adegan video?
b.       Unsur stratifikasi apa yang tampak dalam adegan video secara keseluruhan?
c.       Bagaimana sifat stratifikasi sosial yang diceritakan dalam adegan video?
d.       Apa kriteria yang memengaruhi bentuk stratifikasi sosial dalam video tersebut?
4.       Kirim foto tugasmu ke email guru.

Friday, April 17, 2020

Check Your "Hidrosfer" Abilities



Mendatar:

3.     Ambang laut
7.     Zona laut yang lebih dalam daripada Abisal
9.     Dangkalan
10.   Zona laut paling dalam
11.   Termasuk laut regresi
12.   Laut pertengahan di Indonesia
14.   Contoh laut ingresi
15.   Laut di wilayah Paparan Sunda

Menurun:

1.     Hidup pada zona Neritik
2.     Laut yang terjadi karena pengaruh tenaga endogen
4.     Laut yang umumnya terbentuk pada akhir zaman es
5.     Seamount di Indonesia
6.     Palung terdalam di Indonesia
8.     Palung laut paling dalam di dunia
13.   Bagian cekungan lautan yang terletak di antara air pasang dan air surut

Sebelum mengerjakan kuis ini, pastikan kamu sudah membaca materi tentang jenis-jenis laut dan morfologi dasar laut.
Uji kemampuanmu dengan menuliskan nama, kelas, dan jawaban di kolom komentar yaa.

Karakteristik dan Dinamika Perairan Laut

1.      Pembagian Laut Menurut Zona Kedalamnnya
Menurut kedalamannya, laut dapat dibedakan menjadi beberapa zona sebagai berikut.
a.       Zona litoral atau jalur pasang yaitu bagian cekungan lautan yang terletak di antara air pasang dan air surut.
b.      Zona epineritik yaitu bagian cekungan lautan di antara batas air surut dan tempat paling dalam yang masih dapat dicapai oleh sinar matahari (umumnya hingga kedalaman 50 meter).
c.       Zona neritik yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 50-200 meter.
d.      Zona batial yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 200-2.000 meter.
e.       Zona abisal yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya lebih dari 2.000 meter.
Laut Berdasarkan Zona Kedalamannya
Sumber: sainsmini.blogspot.com



2.      Pembagian Laut Menurut Letaknya
Menurut letaknya, laut dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
a.       Laut tepi yaitu bagian lautan yang terletak di pinggir benua serta terhalang dari lautan luas oleh gugusan pulau. Contoh Laut Cina Selatan terhalang oleh Kepulauan Filipina dan Kepulauan Indonesia.
b.      Laut pertengahan yaitu laut yang terletak di antara dua benua yang memiliki gejala-gejala gunung api dan mempunyai gugusan pulau. Contoh laut Banda dan juga laut pertengahan antara benua Australia dan Asia dengan gugusan Kepulauan Indonesia.
c.       Laut pedalaman yaitu bagian lautan yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contoh Laut Baltik, Laut Kaspia, dan Laut Hitam.
Contoh Laut Tepi, Laut Tengah, dan Laut Pedalaman
Sumber: catatangeografi.wordpress.com

3.      Pembagian Laut Menurut Proses Terjadinya
Menurut proses terjadinya, laut dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu sebagai berikut.
a.       Laut transgresi atau laut meluas yaitu laut yang terjadi karena perubahan permukaan air laut positif, baik yang disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut itu sendiri atau turunnya daratan perlahan-lahan, sehingga sebagian daratan digenangi air. Laut jenis ini pada umumnya terbentuk pada akhir zaman es, contoh Laut Jawa dan laut lainnya di Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul. (Dangkalan disebut juga paparan)


Contoh Laut Transgresi: Laut Jawa 
Sumber: oceanplus.id
Paparan Sunda dan Paparan Sahul
Sumber: id.wikipedia.org
b.      Laut ingresi atau laut tanah turun yaitu laut ini terjadi karena turunnya tanah sebagai akibat tekanan vertikal gaya endogen yang menimbulkan patahan. Contohnya adalah Laut Karibia, Laut Jepang, dan Laut Banda di Indonesia.

Laut Karibia
Sumber: mapsland.com



c.       Laut regresi atau laut menyempit yaitu laut yang terjadi karena perubahan permukaan air laut negatif yaitu oleh naiknya permukaan bumi atau daratan. Laut ini terjadi pada zaman es dan merupakan kebalikan dari laut transgresi. Contohnya adalah Laut Bering di dekat Arktik.

Laut Bering
Sumber: gurugeografi.id

4.      Morfologi Dasar Laut
Di dasar laut terdapat relief yang hampir sama seperti di daratan, tetapi memiliki nama atau istilah yang lain. Macam-macam relief dasar laut antara lain sebagai berikut.

Morfologi Dasar Laut
Sumber: tsumasagarainbow.wordpress.com

a.       Gunung Laut (Seamount) yaitu gunung yang kakinya di dasar laut. Contoh: Gunung Krakatau dan Gunung Api di Laut Banda.
b.      Punggung Laut (Mid Ocean Ridge) yaitu bukit di dasar laut. Contoh: punggung laut Maskarenen dan punggung laut Malvis.
c.       Daratan/ Dangkalan/ Shelf
Shelf adalah dasar laut yang kedalamannya kurang dari 200 meter dan merupakan bagian dari benua (kontinen). Shelf sangat penting bagi perikanan sebab persyaratan hidup ikan dapat dipenuhi, misalnya sinar matahari dapat menembus pada kedalaman tersebut.
d.      Trench (palung laut)
Trench (palung laut) yaitu dasar laut yang sangat dalam, memanjang, sempit, dan terjal. Palung laut seolah-olah merupakan lembah di dasar laut. Palung laut terbentuk karena proses tektogenesis, baik berupa patahan maupun lipatan. Contoh: palung terdalam di dunia yaitu Palung Laut Mindanao di Filipina dengan kedalaman 10.830 meter.
e.       Guyot/ ambang laut
Guyot/ ambang laut yaitu gunung laut yang puncaknya datar dan puncaknya tidak dapat mencapai permukaan laut.
f.        Abisal/ Lubuk laut
Abisal/ lubuk laut yaitu bentukan dasar samudera berupa cekungan yang relatif hampir bulat, yang terjadi akibat pemerosotan muka bumi karena adanya tenaga endogen.

           

Perhatikan hal-hal berikut ini:
1.     Komen di kolom komentar dengan menuliskan Namamu dan kelasmu. Setelah diketik, klik Publish. Cukup satu kali saja. Komentar disembunyikan dan akan tampil jika guru sudah approve.
2.    Kerjakan kuis hidrosfer dengan klik disini!
3.    Salin kotaknya ke dalam buku tulis, isi jawabannya, foto dan kirimkan hasilnya ke email guru.
Selamat Belajar 😊


Sumber:
Buku Geografi untuk SMA/MA Kelas X (Yasinto Sindhu P), Penerbit Erlangga.

Wednesday, April 8, 2020

Stratifikasi Sosial



Menurut Pitirim Sorokin, stratifikiasi sosial merupakan pembeda dalam masyarakat yang mengklasifikasikan masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang bersusun bertingkat. Wujud nyata dari stratifikasi sosial adalah pembagian kelas sosial atas, kelas sosial menengah, dan kelas sosial bawah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa stratifikasi sosial adalah tingkatan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Dasar yang digunakan untuk menggolongkan masyarakat dalam stratifikasi sosial adalah kekayaan, kekuasaan, keturunan, dan Pendidikan. Stratifikasi sosial dapat dapat dilihat dari karakteristiknya yaitu:


  • 1.       Adanya perbedaan dalam kemampuan dan kesanggupan
  • 2.       Adanya perbedaan dalam gaya hidup (life style)
  • 3.       Adanya perbedaan dalam hak-hak dan akses untuk memanfaatkan sumberdaya/fasilitas


Adanya stratifikasi sosial menjadikan masyarakat berada dalam kelompok yang berbeda-beda sesuai dengan kelasnya. Tampak akan menimbulkan dampak negative dalam penerapannya, namun ternyata stratifikasi sosial juga memiliki fungsi sebagai berikut:


  • 1.       Stratifikasi sosial menyusun alat bagi masyarakat dalam mencapai beberapa tugas utama
Perlu diingat bahwa stratifikasi sosial berarti adanya tingkatan dalam masyarakat, setiap golongan dalam masing-masing tingkatan memiliki tugas utama yang berbeda-beda.
Contohnya: kekuasaan seorang presiden memungkinkan untuk melakukan persetujuan kerjasama antarnegara. Kekuasaan seorang ketua RT tidak demikian besarnya. Ketua RT memiliki kekuasaan untuk mengatur kerukunan warga dalam cakupan wilayah kerjanya.

  • 2.       Stratifikasi sosial menyusun, mengatur, serta mengawasi saling hubungan di antara anggota masyarakat.
Dalam hal ini stratifikasi sosial berhubungan dengan partisipasi seseorang dalam kehidupan masyarakat. Adanya kesempatan untuk mengisi posisi tertentu.
Contohnya: berdasarkan tingkatan Pendidikan, seorang guru minimal berpendidikan jenjang S1 (sarjana), sedangkan untuk tenaga administrasi bisa juga minimal berpendidikan jengan D3 (ahli madya).

  • 3.       Stratifikasi sosial memiliki kontribusi sebagai pemersatu dengan mengoordinasikan serta mengharmonisasikan unit-unit yang ada dalam struktur sosial itu.
Ketika tingkatan sosial seseorang berbeda, maka fungsinya dalam kehidupan masyarakat juga berbeda. Fungsi peran yang berbeda akan membuat orang saling bekerjasama dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat karena saling melengkapi.
Contohnya: satu kelas hanya perlu satu orang ketua kelas, tetapi perlu dibantu oleh wakil ketua kelas, dan juga anggota kelas yang saling berkerjasama mengelola kelas.

  • 4.       Stratifikasi sosial dapat menyederhanakan dunia manusia dalam konteks saling berhubungan di antara mereka. 
Ada dua kelompok lagi yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, fungsi ini tidak begitu penting karena semuanya saling mengenal secara dekat. Tetapi dalam kelompok sekunder, stratifikasi sosial dapat membantu untuk menetapkan aturan tingkah laku mana yang akan digunakan dalam berhubungan dengan orang lain.
Contohnya: Raja-raja dan keturunannya merupakan orang yang dihormati oleh rakyatnya. Dengan mengetahui bahwa seseorang tersebut adalah keturunan raja sedangkan kita adalah rakyatnya, maka kita dapat menentukan bersikap dan bertutur kata di depan orang tersebut.

Untuk lebih memahami materi tentang stratifikasi sosial, silahkan kerjakan soal berikut ini:
Kamu mungkin belum mengenal dengan baik semua anggota keluargamu, silahkan kumpulkan data dengan bertanya pada orang tua dan menghubungi sanak saudara. Adapun data yang perlu dikumpulkan adalah data nama, posisi dalam keluarga, dan tingkat pendidikannya, dimulai dari kakek dan nenek yaa.
Kakek, nenek, ayah, ibu, kakak ataupun adiknya ayah dan ibu, anak-anak dari kakak ataupun adik dari ayah dan ibumu, kaka dan adikmu. Semuanya. Sekalian tanya kabarnya juga ya.
Catat di buku tulismu, foto, dan kirimkan ke email guru antropologi.

Monday, April 6, 2020

Mengenal Hujan Lebih Dekat


Assalamu’alaikum,

Materi hidrosfer dalam pelajaran geografi di SMA kelas X salah satunya membahas tentang siklus air atau juga biasa disebut sebagai siklus hidrologi. Ada tiga macam siklus air yaitu siklus panjang, siklus sedang, dan siklus pendek. Setiap siklus selalu diawali oleh proses penguapan air, baik penguapan air (evaporasi) maupun proses penguapan dari tumbuhan (transpirasi), atau gabungan keduanya yaitu evapotranspirasi.

Untuk memperkuat daya ingat dan mengaplikasikan materi yang sudah dipelajari, dapat dilakukan dengan latihan soal berikut ini:

Kembalinya air ke permukaan bumi terjadi dalam proses hujan (presipitasi). Proses tentang hujan telah pula Allah jelaskan dalam Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam. Pertanyaan pertaman, pada Qu’an surat dan ayat berapakah Allah menjelaskan bahwa hujan yang Allah turunkan bermula dari dihembuskannya angin sampai turunlah hujan dan membuat hamba-Nya bergembira? Tuliskan ayat dan artinya di buku tulismu.

Alhamdulillah, dengan mengerjakan soal tersebut maka hari ini kamu telah menambah tilawah 1 ayat.

Air hujan berasal dari berbagai macam muka air di Bumi yang mengalami penguapan, tetapi seringkali turun dalam kondisi yang jernih. Meskipun pada kondisi turunnya hujan asam, akan berbeda dengan hujan biasa. Pertanyaan kedua, mengapa kita tidak disarankan untuk langsung mengkonsumsi air hujan padahal kondisinya sudah jernih? Kemukakan dua alasannya dan tulis di bukumu.

Alhamdulillah, dengan mengerjakan soal tersebut, Insya Allah kita akan menjadi lebih peduli pada hal-hal yang terjadi di sekitar kita.

Terima kasih dan terus tekun belajar serta ikhlas selalu.

Wassalamu’alaikum.


Tuesday, March 19, 2019

Mengembangkan Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah


“Geography Get Gold and Glory (4G)”

Oleh: Ineu Handayani, S.Pd.,Gr.

            Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik, dan manusia di atas permukaan bumi. Kalimat itu akan mudah kita temukan ketika menyebutkan kata kunci “geografi adalah” pada mesin pencari di media daring. Kata awal Geo dalam geografi berarti Bumi. Sebagai makhluk penuh dengan rasa ingin tahu, maka sangat wajar bila akhirnya ilmu tentang bumi (geografi) terus berkembang bersama dengan ilmu lainnya sesuai dengan falsafah ilmu.

            Penelitian dalam bidang geografi (fisik maupun sosial) terus berkembang. Geografi juga dikenal sebagai Mother of science, yaitu ibu dari segala ilmu lainnya. Membicarakan kondisi sumberdaya alam Indonesia yang melipah, berarti kita sedang berbicara dalam lingkup geografi. Bencana alam yang rentan terjadi di Indonesia juga dikaji dalam geografi. Bahkan meninjau lebih jauh mengenai Indonesia yang multikultur dan tersebar dari Sabang sampai Merauke juga merupakan kondisi sosial yang dipelajari dalam geografi. Tentu saja untuk mempelajari itu semua perlu ilmu-ilmu lain yang lebih spesifik agar lebih komprehensif dalam mengaplikasikan konsepnya.

            Cakupan materi yang sangat luas tentang geografi  sebagai ilmu dan pengetahuan merupakan bagian yang wajib diajarkan kepada anak-anak Indonesia terutama dalam pendidikan formal. Kurikulum pendidikan di Indonesia memasukkan geografi ke dalam rumpun ilmu-ilmu sosial (Jurusan IPS) yang dipelajari oleh siswa di jenjang SMA/SMK/MA. Selain itu, geografi tetap dapat dipelajari oleh siswa dengan jurusan ilmu-ilmu alam (Jurusan MIPA) melalui program lintas minat.

            Saya adalah seorang guru geografi di salah satu sekolah swasta yang ada di Kabupaten Tangerang dengan ciri khas kegiatan rutin bermuatan religi sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari siswa setelah lulus selain mendapatkan bekal ilmu dan pengetahuan umum. Perjalanan karir saya di sekolah ini baru seumur jagung, namun tidak menjadi hambatan bagi saya untuk maju dan berkembang. Selain menerima hak dan menjalankan tanggungjawab sebagai salah satu guru mata pelajaran geografi, saya diberi amanah lain yaitu sebagi pembimbing ekstrakurikuler geografi.

            Ektrakurikuler seperti yang pada umumnya dipahami oleh kita bersama adalah kegiatan tambahan di luar jam pelajaran siswa di sekolah dengan muatan skill maupun softskill yang tentunya sangat bermanfaat bagi siswa sesuai usia tumbuh dan kembangnya secara sosial dan emosional. Sementara hal yang berhubungan dengan mata pelajaran biasanya ada pembinaan khusus untuk persiapan olimpiade dan semacamnya. Ketika ada ekstrakurikuler geografi di sekolah ini dan ternyata saya yang bertanggungjawab menjadi pembimbingnya, yang saya lakukan adalah menerimanya dan kemudian bertanya karena heran, “Mata pelajaran ini dijadikan ektrakurikuler?”.

            Konsep yang saya siapkan untuk kegiatan ekstrakurikuler geografi pada awalnya adalah belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap ajang olimpiade yang dapat diikuti oleh siswa melalui sekolah. Saya juga mulai berani menuliskan dalam bentuk draf kegiatan ini dan itu yang tentu saja masih merupakan bagian dari naluri dan imajinasi sebagai seorang guru geografi. Sekolah yang terbilang masih baru ini belum punya banyak pengalaman dalam bidang olimpiade geografi. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya.

            Mata pelajaran geografi yang saya ampu ternyata memang terdaftar sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini. Dua jam pertemuan dalam satu minggu, setiap hari Sabtu. Pada awal semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 pendaftaran setiap bidang ektrakurikuler dibuka. Ada juga seorang siswa yang menemui saya secara langsung dan menyatakan ingin bergabung dalam ekstrakurikuler geografi. Tentu saja itu merupakan pemicu semangat yang baik sebagai permulaan. Saya bahkan sempat menyiapkan soal untuk seleksi penerimaan anggota ektrakurikuler. Hingga hari ini ternyata soal yang telah saya siapkan itu tidak terpakai.

            Anggota ektrakurikuler geografi pada pertemuan pertama adalah 4 orang. Satu orang adalah siswa yang menemui saya sebelum pendaftaran dibuka dan kemudian dia mengajak dua orang temannya, dan ditambah satu orang lagi yang juga secara sukarela bergabung dalam ektrakurikuler geografi. Pada pertemuan pertama itu saya banyak tersenyum, sama sekali tidak membahas soal-soal geografi. Kami menghabiskan waktu dua jam pertemuan dengan berkenalan dan menentukan beberapa peraturan untuk seterusnya ditaati bersama dan menerima ide-ide dari mereka untuk beberapa kegiatan yang juga akan dilakukan dalam ekstrakurikuler ini.

            Jumlah anggota yang tidak seperti dalam bayangan saya itu membuat saya harus mengatur ulang draf kegiatan. Setelah banyak membaca dan lebih banyak bertanya kemudian berdiskusi dengan beberapa rekan sejawat, akhirnya saya memutuskan fokus utama kegiatan ekstrakurikulier ini adalah olimpiade dan outdoor study. Fokus pada olimpiade berarti menyiapkan kemampuan dalam ranah koginitif atau pengetahuan siswa. Sedangkan outdoor study akan kami manfaatkan untuk belajar dari alam, bahwa geografi itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, sangat kontekstual.

            Pertemuan kedua, jumlah anggota bertambah menjadi tujuh orang. Saya semakin semangat menyampaikan materi. Semua anggota tampak dapat menerima materi dengan baik. Beberapa dari mereka mengajukan pertanyaan. Tetapi hampir setiap kali saya mengajukan pertanyaan, mereka memilih bungkam. Seketika saya merasa ini mirip dengan kasus pembelajaran di kelas-kelas yang rasanya rata di seluruh Indonesia. Anak-anak tidak mau menjawab karena tidak tahu jawabannya, tidak percaya diri, dan tidak mau dinilai sok tahu.

            Saya mulai paham bagaimana medan yang akan kami arungi bersama dalam kapal kecil di samudera yang luas. Pihak sekolah dan tentunya juga saya sebagai seorang pembimbing mempunyai target dan ekspektasi yang tinggi terhadap anak-anak. Sejak awal pertemuan, seringkali jam ekstrakurikuler ini menjadi kelas bimbingan belajar untuk anak-anak. Materi yang sudah diterima di kelas X mereka lupa, materi yang akan diberikan saat mereka kelas XII, belum mereka baca. Betapa pentingnya budaya membaca. Maka strategi yang saya pilih untuk mengatasi permasalahan materi adalah dengan memaksa mereka untuk membaca. Setiap soal yang saya berikan harus diselesaikan dengan terlebih dahulu membaca materinya. Mencari tahu melalui buku-buku yang mereka miliki, melalui buku di perpustakaan, dan yang paling mudah adalah melalui internet.

            Fokus pertama dalam kegiatan ekstrakurikuler geografi adalah olimpiade. Saya pernah mengajukan pertanyaan klasik pada anggota ekstrakurikuler, “Apakah kalian ingin mengikuti ajang olimpiade mulai dari tingkat kabupaten dan seterusnya?”. Tentu saja jawaban mereka ingin dan sangat ingin. Beberapa jawaban terdengar optimis, ada juga yang menjawab sekedarnya, dan ada juga yang merasa ragu akan mampu untuk mengikutinya. Ekstrakurikuler kami seperti bumi, berdinamika dan banyak masalah yang perlu dicari jalan keluarnya.

            Saya harus peka dalam menerima dan juga memberikan sinyal pada mereka. Terkadang saya merasa kami tidak berada pada frekuensi yang sama. Pada saat itulah saya merumuskan 4G, Geography Get Gold and Glory. Ternyata kata-kata itu bisa menjadi kekuatan untuk mereka yang pada akhirnya juga menjadi kebahagiaan bagi saya. Menjadi pembimbing ektrakurikuler dan juga guru di sekolah yang sama membuat saya membuat saya menjadi melankolis. Saya melihat sisi lain perjuangan anak-anak.

            Satu semester pertama kami terus rutin membahas soal dan penjelasan materinya. Jumlah anggota sekarang adalah sembilan orang. Selain kegiatan di kelas, kami juga membagi waktu untuk menjalankan fokus kedua yaitu outdoor study. Meskipun untuk kegiatan lapangan belum berlangsung secara maksimal, kami sempat melakukan pembuatan video mengenai geografi baik yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang sebagai lingkungan tempat tinggal kami maupun video yang sifatnya media pembelajaran dan juga informasi tentang geografi. Ini adalah pencapaian pertama bagi beberapa orang anak yang mendaftarkan videonya. Saya sebagai guru pembimbing melakukan  segala sesuatunya semaksimal mungkin. Karena jika saya tidak maksimal, maka itu sama artinya dengan tidak menghargai usaha anak-anak. Penghargaan tidak harus berupa medali, uang, dan materi lainnya. Sanjungan, dukungan, saran, bahkan kritik yang membangun juga merupakan wujud penghargaan untuk setiap usaha yang dilakukan oleh anak-anak.

            Pada awal bulan Desember 2018 empat orang anggota ekstrakurikuler geografi dinyatakan lolos mengikuti seleksi tahap awal dan berhak mengikuti olimpiade tertulis pada tahun 2019 dalam olimpiade geografi SMA dalam wialayah Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Barat. Mereka mulai mengajukan tambahan jadwal belajar. Ini merupakan kemajuan yang baik. Anggota ekstrakurikuler yang semula berjumlah empat orang saja hingga kemudian akan mengikuti sebuah ajang perlombaan untuk pertama kalinya. Saya sungguh berbahagia.

            Ekstrakurikuler 4G di sekolah kami, sekarang sudah tidak seperti bimbingan belajar lagi. Tetapi sudah menjadi sebuah rumah, tempat bagi anak-anak anggota ektrakurikuler pulang dan menceritakan pembelajaran geografi di kelas sesungguhnya, mengerjakan PR, membahas soal ujian nasional, membahas soal olimpiade, membahas masalah-masalah lingkungan yang ada di bumi saat ini. Rasa jenuh dan lelah tentu saja akan ada, namun ketika kami merasakan hal itu, kami akan mengingat kalimat bijak dari Imam Syafi’i, “Jika kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan.” Seperti bumi yang tidak bosan melakukan rotasi dan juga bumi yang pada saat bersamaan tidak lelah melakukann revolusi, kami tidak mengizinkan kata “menyerah” untuk hadir di antara kami.

 

Notes Of Gea Template by Ipietoon Cute Blog Design