1. Pembagian Laut Menurut Zona Kedalamnnya
Menurut
kedalamannya, laut dapat dibedakan menjadi beberapa zona sebagai berikut.
a. Zona
litoral atau jalur pasang yaitu bagian cekungan lautan yang terletak di antara
air pasang dan air surut.
b. Zona
epineritik yaitu bagian cekungan lautan di antara batas air surut dan tempat
paling dalam yang masih dapat dicapai oleh sinar matahari (umumnya hingga
kedalaman 50 meter).
c. Zona
neritik yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 50-200 meter.
d. Zona
batial yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 200-2.000 meter.
e. Zona
abisal yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya lebih dari 2.000 meter.
Laut Berdasarkan Zona Kedalamannya
 |
| Sumber: sainsmini.blogspot.com |
2. Pembagian Laut Menurut Letaknya
Menurut
letaknya, laut dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
a. Laut
tepi yaitu bagian lautan yang terletak di pinggir benua serta terhalang dari
lautan luas oleh gugusan pulau. Contoh Laut Cina Selatan terhalang oleh
Kepulauan Filipina dan Kepulauan Indonesia.
b. Laut
pertengahan yaitu laut yang terletak di antara dua benua yang memiliki
gejala-gejala gunung api dan mempunyai gugusan pulau. Contoh laut Banda dan juga laut pertengahan
antara benua Australia dan Asia dengan gugusan Kepulauan Indonesia.
c. Laut
pedalaman yaitu bagian lautan yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan.
Contoh Laut Baltik, Laut Kaspia, dan Laut Hitam.
Contoh Laut Tepi, Laut Tengah, dan Laut Pedalaman
 |
| Sumber: catatangeografi.wordpress.com |
3. Pembagian Laut Menurut Proses Terjadinya
Menurut
proses terjadinya, laut dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu sebagai
berikut.
a. Laut
transgresi atau laut meluas yaitu laut yang terjadi karena perubahan permukaan
air laut positif, baik yang disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut itu
sendiri atau turunnya daratan perlahan-lahan, sehingga sebagian daratan
digenangi air. Laut jenis ini pada umumnya terbentuk pada akhir zaman es, contoh
Laut Jawa dan laut lainnya di Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul. (Dangkalan disebut juga paparan)
Contoh Laut Transgresi: Laut Jawa
 |
| Sumber: oceanplus.id |
Paparan Sunda dan Paparan Sahul
 |
| Sumber: id.wikipedia.org |
b. Laut ingresi atau laut tanah turun yaitu laut ini terjadi karena turunnya tanah sebagai akibat tekanan vertikal gaya endogen yang menimbulkan patahan. Contohnya adalah Laut Karibia, Laut Jepang, dan Laut Banda di Indonesia.
Laut Karibia
 |
| Sumber: mapsland.com |
c. Laut regresi atau laut menyempit yaitu laut yang terjadi karena perubahan permukaan air laut negatif yaitu oleh naiknya permukaan bumi atau daratan. Laut ini terjadi pada zaman es dan merupakan kebalikan dari laut transgresi. Contohnya adalah Laut Bering di dekat Arktik.
Laut Bering
 |
| Sumber: gurugeografi.id |
4. Morfologi Dasar Laut
Di
dasar laut terdapat relief yang hampir sama seperti di daratan, tetapi memiliki
nama atau istilah yang lain. Macam-macam relief dasar laut antara lain sebagai
berikut.
Morfologi Dasar Laut
 |
| Sumber: tsumasagarainbow.wordpress.com |
a. Gunung
Laut (Seamount) yaitu gunung yang kakinya di dasar laut. Contoh: Gunung
Krakatau dan Gunung Api di Laut Banda.
b. Punggung
Laut (Mid Ocean Ridge) yaitu bukit di dasar laut. Contoh: punggung laut
Maskarenen dan punggung laut Malvis.
c. Daratan/
Dangkalan/ Shelf
Shelf adalah dasar
laut yang kedalamannya kurang dari 200 meter dan merupakan bagian dari benua
(kontinen). Shelf sangat penting bagi perikanan sebab persyaratan hidup
ikan dapat dipenuhi, misalnya sinar matahari dapat menembus pada kedalaman
tersebut.
d. Trench
(palung laut)
Trench
(palung laut) yaitu dasar laut yang sangat dalam, memanjang, sempit, dan
terjal. Palung laut seolah-olah merupakan lembah di dasar laut. Palung laut
terbentuk karena proses tektogenesis, baik berupa patahan maupun lipatan.
Contoh: palung terdalam di dunia yaitu Palung Laut Mindanao di Filipina dengan
kedalaman 10.830 meter.
e. Guyot/
ambang laut
Guyot/
ambang laut yaitu gunung laut yang puncaknya datar dan puncaknya tidak dapat
mencapai permukaan laut.
f.
Abisal/ Lubuk laut
Abisal/ lubuk
laut yaitu bentukan dasar samudera berupa cekungan yang relatif hampir bulat,
yang terjadi akibat pemerosotan muka bumi karena adanya tenaga endogen.
|
Perhatikan hal-hal berikut
ini:
1. Komen di kolom komentar dengan menuliskan
Namamu dan kelasmu. Setelah diketik, klik Publish. Cukup satu kali saja. Komentar
disembunyikan dan akan tampil jika guru sudah approve.
3. Salin kotaknya ke dalam buku tulis, isi
jawabannya, foto dan kirimkan hasilnya ke email guru.
Selamat Belajar 😊
|
Sumber:
Buku Geografi untuk SMA/MA Kelas X (Yasinto Sindhu P), Penerbit Erlangga.