Showing posts with label SM3T. Show all posts
Showing posts with label SM3T. Show all posts

Friday, May 18, 2018

UKMPPG SM-3T 2018


Pengumuman UKMPPG SM-3T periode April 2018 (ujian ulang), hari ini...

Tanpa ada kabar mengenai kepastian tanggal pengumuman, aku dan teman-teman terus menunggu dan berharap hasilnya adalah lulus. Setelah dzuhur hari ini, aku terkantuk-kantuk memegangi buku yang rasanya lama nian kubaca tapi belum rampung juga. Ada pesan masuk di handphoneku, dari Abang Endra.

Jadi yang mula-mula bertanya tentang hasil ujianku adalah Bang Endra. Rasanya aku takut untuk ngantuk, badan terasa hangat, agak gemetar, dadaku berdebar, aku ke kamar belakang untuk mencari dompetku. Bukan untuk ambil uang.. dompetnya kosong kok. Aku mengambil kartu peserta SM-3T. Saking gugupnya, aku berdzikir seingat-ingat yang mampu kuucapkan. Aku memasukkan nomor peserta dan tanggal, bulan, serta tahun lahir.

Data tidak valid. Hatiku melengos. Rasanya aku... hmm, salah. Yang diminta adalah nomor ujian, bukan nomor peserta. Lalu aku lupa dimana letaknya kartu ujianku. Alhamdulillah sempat kufoto, masih kusimpan juga di hp.

Hari ini... Ineu Handayani, lulus.

Alhamdulillah.. Aku nangis, sedikit. Bukan saja karena penuh syukur, tapi aku juga membayangkan kalian, orang-orang yang sudah bersamaku berjuang dan mendukungku, kelulusan ini ketentuan Allah, untuk senyum kalian. Aku tahu kalian mendoakanku, berharap aku tidak terluka dengan apapun hasil yang kuperoleh.

Kekasih hatiku... berlarian doaku untuk kalian. Terima kasih.

Aku segera laporan, mengirim pesan ke rumah 14/4 yang isinya kakak o dan adek nonong, kepada Ibu Nurul dan Pak Arif yang telah meluangkan banyak waktunya untuk mendampingi belajar lagi sebelum ujian ini, pada Anja dan Kak Noha yang juga sedang tiduran bersamaku sore tadi, menelpon Eng sambil berurai air mata, pada abang, pada kakak, pada teman-teman yang bertanya.. kukembangkan senyum kalian.

Meski bahagia ini penuh, ada porsi lain yang juga penuh. Sedih. Masih ada beberapa keluargaku yang belum lulus pada ujian kali ini. Mereka tetap tenang, aku senang. Itu menjadi kekuatan untukku. Karena kalau mereka tampak terluka, walaupun memang mungkin sebenarnya luka, aku akan lebih terluka lagi.. dan akan sulit untuk menjelaskan kenapa aku terluka. Bukan karena kalian tidak bisa, tapi karena ketentuannya memang demikian. Bisa pun kita, kalau Allah bilang belum.. maka belum.

Apapun hasil yang kita peroleh hari ini, tidak mengurangi sayangku pada kalian. Tidak menghalau doaku untuk kalian. Tidak pula membuatku akan meninggalkan kalian.

Hari ini.. aku menuai hasil ujianku.
Ujian yang kukenang hari ini.. kertasku hampir penuh dengan tulisan-tulisanku yang jelek,

“Allah melihatmu, Neu”.

“Jangan mencontek, nanti Allah ndak suka”.

“Lulus tapi jahat? Atau lulus tapi Allah sayang”, yang ini bukan main nian waktu aku tulis.. tanganku gemetaran. Aku takut mengingkari tulisan dan hatiku.

Waktu itu, aku merasa ingin lulus. Sangat ingin lulus. Aku pergi ke kamar mandi sebentar, membasuh muka. Menyiram hawa nafsu, aku ndak boleh tanya apapun selama ujian ini, aku ndak boleh lihat jawaban siapapun.

Kata Galay dan Dedy, jangan pernah sekalipun sedikitpun berani berfikir untuk mencontek. Mungkin ndak akan ada yang lihat, tapi kelak kita akan punya anak dan anak-anak, mereka perlu mendengar nasihat tentang kejujuran dan pada waktu itu kita tidak akan malu menyampaikannya.

Terakhir, aku menulis... “Aku tidak pernah tahu, mana yang benar-benar merupakan ujian bagiku. Semoga Allah ridha dengan usaha ini”.

Thursday, March 16, 2017

Untuk UKKI

“................................................................................................”

Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. (Mereka berdo’a), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. ....”. (QS. Al-Baqarah: 286).

Belakangan ini saya agak sering mengeluh. Tugas kuliah yang seperti tak kunjung berakhir, uang saku yang belum juga diberikan, usia sudah cukup tapi jodoh belum juga bertemu atau bertamu, dan lain sebagainya. Terlepas dari itu hanya candaan saja, bagi saya, itu ananiah, egois. Sifat “keakuan” yang merupakan bagian dari paket lengkap lahirnya kita di dunia ini. secara istilah, ananiah  berarti sikap mementingkan diri sendiri dan kurang memperhatikan orang lain.
            Bukan hal mudah bagi saya untuk membersihkan fikiran dari keluhan-keluhan yang seharusnya bisa tidak saya lakukan. Tapi itu harus dicoba dan dilakukan. Karena sudah jelas, tidak ada beban yang tidak dapat kita tanggung atas kehendak-Nya.
            Tugas kuliah yang seperti tak kunjung berkahir. Bersyukur. Di luar lingkaran kita, ada banyak orang yang mendambakan dirinya menjadi mahasiswa, menjadi orang yang bergelar profesional, tetapi langkahnya harus terhenti karena masalah ekonomi, masalah keluarga yang tidak mendukung dan merestui, masih kesulitan memilih dan menentukan jalan mana yang harus ia tempuh, karena sakit, dan juga karena ajal.
            Uang saku yang belum juga diberikan. Sudah tugas kita untuk terus belajar, seperti kata-kata hikmah (bukan hadis) yang agaknya sudah sering kali kita dengar, “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Pendidikan yang kita tempuh saat ini sama sekali tidak gratis. Dalam salah satu syarat menuntut ilmu, kita membutuhkan biaya. Kali ini biaya yang kita butuhkan dibebankan pada orang banyak, yang kita nikmati ini adalah amanah. Mata saya sampai berkaca-kaca ketika seorang sahabat mengingatkan, semakin sedikit uang yang kita terima maka semakin sedikit pula pertanggungjawaban kita kelak. Ada orang-orang yang tidak berani membayangkan untuk bisa sekolah karena keterbatasannya. Bersyukur.
            Jodoh belum bertemu dan bertamu. Tenang saja, mungkin kita sedang berjalan ke arah yang sama dan menuju pada titik yang sama. Jadilah calon pasangan yang terbaik mulai dari sekarang. Walaupun kita saat ini belum tahu siapa yang kelak akan menjadi pasangan kita. Fokus pada tugas kita, belajar. Yang menjadi tujuan kita saat ini adalah “selembar kertas” yang siang dan malam didoakan oleh kedua orang tua agar dapat kita peroleh dengan mudah. Tentang jodoh itu agaknya benar-benar akan unik. Boleh jadi kita belum pernah bertemu dengannya, atau malah yang selama ini ada di dekat kita. Bersyukur. Kita masih punya waktu untuk merenung disaat sebagian orang ada yang melalui jalan yang salah untuk bertemu jodohnya.
            Tentang masalah yang lainnya, La Tahla, jangan mengeluh. Lebih lagi jangan membandingkan keadaan kita dengan orang lain. Dalam istilah Jawa, katanya hidup ini tentang “wang sinawang”, kita merasa kitalah yang lebih susah daripada orang lain. Padahal orang lain juga merasakan hal yang sebaliknya kita rasakan. Saya dan mungkin kita berubah menjadi ananiah  atau egois memperebutkan bahwa kitalah yang paling menderita. Dimana syukur kita?.
            Saya tidak pandai menuliskan pemikiran dengan baik. Sebagian besar tulisan ini berisi tentang yang sedang saya perjuangkan untuk dilakukan. Meskipun Allah SWT telah berjanji dan janji-Nya itu pasti, tugas kita adalah berusaha, berdo’a, tawakal, mohon ampun, dan bersyukur. Semoga Allah tidak menghukum kita jika kita lupa atau melakukan kesalahan, semoga Allah tidak membebani kami dengan beban yang berat, dan semoga Allah tidak memikulkan kepada kita apa yang tidak sanggup kita pikul. Semoga kita menjadi orang yang selalu ingat untuk bersyukur dan tidak egois.

“.....Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”(QS. Al-Baqarah:286).

Tulisan ini sudah terlebih dahulu di posting dalam http://ingat-ulangku.blogspot.co.id/
Saya kirimkan tanpa judul, karena saya tidak pandai memberi judul untuk tulisan ini.



Tuesday, March 14, 2017

Merumuskan Pertanyaan Penelitian Geografi

MERUMUSKAN PERTANYAAN PENELITIAN GEOGRAFI

A.     Pengertian Rumusan masalah
Rumusan masalah adalah salah satu tahapan mendasar dari beberapa tahapan penelitian yang mempunyai kedudukan sangat penting dalam kegiatan penelitian. Penjabaran dari mengidentifikasi suatu masalah yang ingin kita capai penyelesainnya itulah yang dinamakan  rumusan masalah. Sehingga tanpa adanya rumusan masalah di dalam kegiatan penelitian akan membuat penelitian tersebut menjadi sia-sia tidak membuahkan hasil.
Rumusan masalah yang baik adalah rumusan masalah yang bisa terjawab setengah atau semua pertanyaan yang ada pada rumusan masalah tersebut. Rumusan masalah yang sudah dirumuskan secara baik dan benar bisa membantu kita untuk memusatkan fikiran secara fokus dengan mengarahkan fikiran kita saat melakukan penelitian.  Ciri-ciri rumusan masalah yang abik dan benar di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya
2.      Jelas, padat, dan tidak bertele-tele
3.      Dapat memberikan petunjuk atau sebagai titik sentral dalam sebuah proses penelitian agar memungkinkan menampung data guna menjawab pertanyaan.
4.      Mampu mengarahkan cara berfikir kita terhadap suatu permasalahan.
5.      Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian.
6.      Masalah yang dipilih harus memiliki fisibilitas.
7.      Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi peneliti.
Menurut Sutrisno Hadi 91973), masalah adalah kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan kenapa. Oleh karena rumusan masalah berisi tentang masalh-masalah yang hendak dipecahkan melalui penelitian, maka masalah-masalah yang dihasilkan itu tidak lepas dari latar belakang masalah yang dikemukakan pada bagian pendahuluan.
B.     Menentukan dan Merumuskan Masalah
Dalam menentukan dan merumuskan masalah yang akan diteliti, carilah masalah yang menarik utnuk diteliti karena masalah yang kita pilij menentukan antusias/intensitas kerja kita dalam menjalankannya.
            1.      Sumber Masalah
Masalah pemelitian dapat diperoleh dari beberapa sumber. Berikut beberapa sumber masalah dalam kajian geografi yang dapat dipilih.
a.       Hasil Penelitian Orang Lain
Hasil penelitisn orang lain dapat dijadikan sebagai sumber identifikasi masalah. Dari hasil penelitian orang lain, kita dapat mengembangkan lebih luas masalah yang dikaji dengan mengambil sibjek yang berbeda.
Sebagai contoh, seseorang telah meneliti tentang penyebab banjir di Bandung. Hasilnya ditemukan penyebabnya adalah penggundulan hutan di daerah hulu. Sementara, penelitian baru mempertimbangkan kurangnya ruang terbuka hijau di Bandung sebagai penyebab banjir. Contoh lain, seseorang meneliti tentang “Peran penugasan terhadap motivasi belajar geografi siswa kelas X, sedangkan peneliti lain mengembangkannya menjadi “Kecakapan mengajar guru terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X”.

b.      Lapangan
Sumber permasalahan dari kenyataan di lapangan, baik melalui observasi maupun berdasarkan kemampuan calon peneliti dalam menyikapi dan menangkapnya sebagai suatu permasalahan yang faktual.
Permasalahan penelitian dapat berupa aspek fisik maupun sosial. Masalah fisik misalnya longsor, banjir, pencermaran, pertanian, dan lain-lain. Masalah sosial misalnya, mengenai tanggapan masyarakat, kondisi sosial, kondisi ekonomi, dan lain-lain.

c.       Sajian Data Mentah, Peta, dan Grafik
Merupakan dokumentasi yang memuat data hasil penelitian atau survei atau pencacahan yang memiliki atau mengandung permasalahan. Calon peneliti hendaknya memiliki kemampuan untuk menghubungkan antardata sehingga memudahkan dalam menentukan variabel penelitian (variabel bebas dan variabel terikat).
Sebagai contoh, kita ingin membuat peta daerah rawan banjir. Berarti data yang diperlukan adalah peta lokasi daerah yang terkena banjir dan data lapangan. Dari peta tersebut, dapat dibuat peta baru yaitu peta daerah rawan banjir dengan menggunakan analisis buffering.

            2.      Petunjuk Penentuan Masalah
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penentuan masalah penelitian adalah merumuskan dan membatasi masalah. Rumusan masalah adalah tulisan singkat berupa pertanyaan yang biasanya terletak di awal laporan atau proposal dan terletak setelah latar belakang. Masalah penelitian dapat dibatasi melalui perumusan masalah yang jelas dan tegas.

Dalam perumusan masalah, peneliti membuat pertanyaan yang merupakan rincian dari judul penelitian. Pertanyaan tersebut dapat berfungsi sebagai pengarah dalam melakukan penelitian. Melalui perumusan masalah tersebut, kita dapat melakukan penelitian dan menentukan metode dalam pengumpulan datanya. Contoh metode yang dapat digunakan adalah metode observasi dan wawancara.

Pengertian dan Jenis Citra Penginderaan Jauh

PENGERTIAN DAN JENIS CITRA PENGINDERAAN JAUH

A.    Pengertian Citra
Proses penginderaan jauh yang melibatkan sensor untuk mengetahui suatu objek dengan menggunakan sensor buatan (kamera, sonar, scanner, magnetometer,dan  radiometer). Penginderaan jauh akan memberikan produk berupa  data atau citra sebagai hasil interaksi antara tenaga dan objek yang direkam menggunakan sensor. Citra merupakan salah satu komponen penting dalam penginderaan jauh.

 Gambar 1 Citra sebagai produk penginderaan jauh

Pengertian citra menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1.      Hornby, citra adalah gambaran yang tampak pada cermin atau melalui lensa kamera.
2.      Simonett, citra adalah gambaran rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran foto) yang dibuahkan dengan cara optik, elektro optik, optik mekanik, atau elektronik. Pada umumnya, hal itu digunakan apabila radiasi elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu objek tidak langsung direkam dalam film.
3.      Ford, citra adalah gambaran visual tenaga yang direkam dengan menggunakan peranti penginderaan jauh.
Citra adalah gambaran objek yang tampak pada lensa kamera atau pada hasil cetakan. Benda yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor.

B.     Jenis-jenis Citra
Citra dapat dibebedakan menjadi dua, yaitu citra foto dan citra nonfoto. Citra foto dihasilkan dengan menggunakan sensor kamera. Sementara itu, citra nonfoto dihasilkan oleh sensor bukan kamera (scanner). Secara detil, perbedaan citra foto dan citra nonfoto dapat dilihat pada tabel berikut.


1.      Citra Foto
Citra foto dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, posisi sumbu kamera, sudut liputan kamera, jenis kamera, dan warna yang digunakan.
a.      Citra foto berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan
Film yang digunakan dalam fotografi sensitif terhadap panjang gelombang pada rentang 0,3 µm – 0,9 µmyang meliputi spektrum ultraviolet, spektrum sinar tampak, dan spektrum inframerah jarak dekat. Ada empat jenis citra foto (foto udara) berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, yaitu sebagai berikut:
1)      Foto ultraviolet, yaitu foto yang menggunakan spektrum ultraviolet dengan panjang gelombang 0,02 µm – 0,4 µm. Foto ini cocok untuk mendeteksi tumpahan minyak di laut, membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, dan batuan kapur.
2)      Foto ortokromatik, yaitu foto yang dibuat menggunakan spektrum tampak dari saluran biru dan hijau dengan panjang gelombang 0,4 µm – 0,56 µm. Foto ini dapat digunakan untuk studi pantai. Foto pankromatik peka terhadap objek di bawah permukaan air hingga kedalaman kurang lebih 20 meter.
3)      Foto pankromatik, yaitu foto yang merekam seluruh spektrum cahaya tampak saluran biru dan hijau dengan panjang gelombang (0,4  µm – 0,7 µm ) sehingga objek yang terekam sesuai dengan kepekaan mata manusia. Oleh karena itu, foto pankromatik juga disebut sebagai foto konvensional. Foto pankromatik cocok untuk mendeteksi pencemaran air, kerusakan akibat banjir, sera persebaran potensi air tanah dan air permukaan. Citra foto pankromatik ada dua macam yaitu citra pankromatik hitam putih dan citra berwarna.
4)      Foto inframerah, yaitu foto yang dibuat menggunakan spektrum inframerah dengan panjang gelombang 0,9 µm – 12 µm. Foto ini cocok untuk mendeteksi jenis tanaman dengan segala macam kondisinya karena citra ini dapat mencapai bagian dalam daun dan rona yang ditampilkan ditentukan oleh sifat jaringannya.




Gambar 2. Citra foto berdasarkan spektrum elektromagnetik

b.      Citra foto berdasarkan posisi sumbu kamera terhadap permukaan bumi
Berdasarkan sumbu kamera atau arah sumbu kamera ke permukaan bumi ada dua macam citra foto, yaitu:
1)      Foto vertikal atau foto tegak (oro photgraphy), merupakan citra foto yang dibuat dengan menggunakan posisi sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi. Hasilnya berbentuk bujur sangkar.
2)      Foto condong atau miring (oblique photograph), merupakan citra foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi. Foto miring dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a)      Foto agak miring, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan sumbu kamera yang kecondongannya tidak terlalu besar. Oleh karena itu, horizon atau batas pandang dalam foto tidak terlihat.
b)     Foto sangat miring, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan kamera yang kemiringan sumbunya sangat besar. Oleh karena itu, horizon atau batas pandang dalam foto terlihat.

c.       Citra foto berdasarkan jenis kamera yang digunakan
Berdasarkan jenis kamera yang digunakan citra foto terdiri dari dua macam, yaitu:
1)      Foto tunggal, yaitu citra foto yang direkam menggunakan kamera tunggal.
2)      Foto jamak, yaitu citra foto yang dibuat pada waktu yang sama meliputi daerah yang sama pula. Ada beberapa cara untuk menghasilkan foto jamak, yaitu sebagai berikut:
a)      Menggunakan satu kamera, tetapi memiliki beberapa lensa.
b)      Menggunakan multikamera.
c)      Menggunakan kamera tunggal dan lensa tunggal, tetapi dilengkapi pengurai warna.

d.      Cita foto berdasarkan warna yang digunakan
Citra foto berdasarkan warna yang digunakan ada tiga jenis, yaitu:
1)      Foto hitam putih
2)      Foto warna asli atau pankromatik berwarna
3)      Foto warna semua atau foto inframerah berwarna

2.      Citra Nonfoto
Citra nonfoto dibedakan berdasarkan spekturm elektromagnetik, sensor, dan wahana yang digunakan.
a.      Citra nonfoto berdasarkan spektrum elektromagnetik
Berdasarkan spektrum elektromagnetik, citra nonfoto dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:
1)      Citra inframerah termal, merupakan citra yang dibuat yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah termal. Jendela atmosfer yang digunakan, yaitu dengan panjang gelombang 3,5 µm – 5,5 µm, 8 µm – 14 µm, dan 18 µm.
2)      Citra radar dan citra radar gelombang mikro, dibuat dengan menggunakan spektrum gelombang mikro. Perbedaan di antara kedua citra tersebut adalah sebagai berikut:
a)      Citra radar ialah hasil penginderaan jauh sistem aktif, menggunakan sumber tenaga buatan.
b)      Citra gelombang mikro merupakan hasil penginderaan jauh dengan sistem pasif, yaitu menggunakan sumber tenaga alamiah (matahari).

b.      Citra nonfoto berdasarkan sensor yang digunakan
Berdasarkan sensor yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi dua macam,
1)      Citra tunggal, yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan sensor tunggal.
2)      Citra multispektral, yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan sensor saluran lunak.

c.       Citra nonfoto berdasarkan wahana yang digunakan
Berdasarkan wahana yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi dua macam,
1)      Citra dirgantara (airbone image), dibuat menggunakan wahana yang beroperasi di udara (dirgantara). Contohnya, citra inframerah termal, citra radar, dan citra MMS. Citra dirgantara ini jarang digunakan.
2)      Citra satelit (satellite image/spaceborn), yaitu citra yang dibuat dari angkasa luar. Citra ini dibedakan berdasarkan penggunaannya, yaitu:
a)      Citra satelit untuk penginderaan planet, misalnya citra satelit Ranger (AS), citra satelit Viking (AS), citra satelit Luna (Rusia), dan citra satelit Venera (Rusia).
b)      Citra satelit untuk penginderaan cuaca, misalnya citra NOAA (AS), dan citra Meteor (Rusia)
c)      Citra salit untuk penginderaan sumber daya bumi, misalnya citra Landsat (AS), citra Soyuz (Rusia), dan citra SPOT (Prancis).

d)     Citra satelit untuk penginderaan laut. Misalnya citra Sesaat (AS) dan citra MOS (Jepang).

Sumber:
Harmanto, Gatot. 2016. Buku Siswa Geografi untuk SMA/MA Kelas X Kelompok Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Bandung: Yrama Widya.
P., Yasinto Sindhu. 2016. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Angka 1-30

Angka-angka ini dibuat dengan penuh percaya diri bahwa ini akan menjadi media pembelajaran yang sangat membantu dan menarik perhatian anak-anak.
Karena mata pelajaran yang saya ampu adalah Geografi, angka ini bisa dijadikan bahan untuk pembuatan media begitu pula untuk mata pelajaran lainnya. Semoga bermanfaat.









Thursday, February 16, 2017

Workshop PPG Hari Ke-1

Ditulis di blog lain, milikku. 14 Februari 2017.

Jangan tidur di kelas!
Luar biasa sugesti, do'a, dan usaha yang saya upayakan untuk memulai workshop PPG ini. Dalam hati saya berkata... workshop dari kata work dan shop. Kerja dan Toko. Sudah seperti jiwa saya saja, karena keduanya yaitu kerja dan toko itu tidaklah jauh-jauh dari hidup saya.

Workshop pertama tentang pengemasan pembelajaran bidang studi yang mendidik (Subject Spesific Pedagogy, SSP). Kami mulai membahas tentang KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) untuk mata pelajaran geografi di SMA. Untuk kurikulum 2013 ada total 19 KD dari 4 KI yang sudah ditentukan sejak awal. Dalam perkembangannya yang masih muda belia, Kurikulum 2013 sudah mengalami banyak revisi, termasuk untuk mata pelajaran Geografi. KD yang semula 19 menjadi lebih luas dan lebih dalam dengan jumlah KD yang lebih sedikit. Artinya ada beberapa KD yang digabungkan menjadi satu dan ada pula yang dikembangkan. Tentu ada pula yang tidak mengalami perubahan.

Peserta PPG SM3T Mata Pelajaran Geografi Angkatan V di UNY berjumlah 20 orang dengan komposisi 10 Orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Di hari pertama ini, kami langsung diberikan tugas untuk membuat RPP. 

Rasanya mendebarkan. Langsung mulai mengerjakan tugas dan saya mulai akan terbiasa dipanggil "Ibu" oleh teman sebaya.

Semangat!

Asmara, Asrama. Lagi.

Ditulis dalam blog lain, milikku. 14 Februari 2017.

Sekarang saya mulai menjalani hari-hari yang lebih sibuk lagi. Tetapi kali ini kesibukannya, Insya Allah benar-benar sibuk dan saya perjuangkan untuk masa sekarang dan masa depan, supaya masa lalu saya termaafkan. Jadi hidup saya tidak stagnan di satu titik saja.

Mulai tanggal 8 Februari lalu, saya sudah tinggal di asrama. Tentang cerita semasa berkeliling di Kab. Kudus, Kab. Semarang, Kab. Pekalongan, dan Kab. Batang plus di Jakarta Selatan agaknya harus ditunda dahulu.

Semangat!!

Wednesday, February 15, 2017

The Green Al-Qur'an

My tears just fell down. 
Inginnya kalimat selanjutnya juga menggunakan Bahasa Inggris. Apa daya, kemampuan terbatas belum bisa. Kenapa pakai Bahasa Inggris, bukankah judulnya tentang Al-Qur'an? Tentu saja kearena ada hubungannya dengan orang yang memberikan Al-Qur'an berwarna hijau untuk saya.

Setelah hujan reda, saya memasak sayur dan lauk untuk berbuka puasa bersama kak noha  dan adek anja. Setelah makanan bisa dicicipi dan hasilnya terlalu asin, barulah saya membaca pesan singkat melalui Whatsapp dari kak icang di Makassar yang mengabarkan akan datang ke Yogyakarta sekitar minggu depan. Senang? Tentu. Tapi banyak sedihnya kali ini. Karena dalam masa yang berdekatan saya harus pergi ke luar kota dalam waktu yang cukup lama.

Saya curahkan dengan cara agak berlebihan pada Kak Noha. Akhirnya air mata reda. Lalu adegan percakapan yang akan berhubungan dengan Bahasa Inggris dan Al-Qur'an berwarna hijau akan segera dimulai.


"Ne.u, ado ketinggalan sesuatu"
"Apo, kak?"

"Iniiii." Sambil mengeluarkan Al-Qur'an warna hijau dari dalam plastik warna hitam. 
"Wiih, cantiknyo. Kakak beli dimano? Berapoan kakak beli?"
"Hmm. Tadi disano. Dak dijual".
Lalu kami tertawa-tawa. Saya sebenarnya agak merasa gede rasa, kalau tidak salah dengar, kakak memaksudkan Al-Qur'an itu untuk saya.
Saya bergumam pada Si Hijau, "Aih, dek. Kakak tu cuman pamer bae. Cantik nian hijaunyo ni".
"Nah itu untuk Ne.u"

"Ha? Iyo kak? Ih, sebenarnyo kami tadi la mikir itu emang buat kami, tapi takut salah dengar"
Lalu kami tertawa lagi dan air mata saya keluar lagi.


Al-Qur'an warna hijau yang cantik itu jadi milik saya. Belum tahu kan hubungannya dengan Bahasa Inggris itu apa? Jadi Kak Noha itu sarjana sastra Inggris, bahkan sekarang sedang lanjut untuk mendapatkan gelar master dari jurusan Linguistik. Tadinya tulisan ini ingin dipersembahkan untuk kakak dalam Bahasa Inggris. Lain waktu sajalah.
Love you kak nohaa.
 

Notes Of Gea Template by Ipietoon Cute Blog Design