Showing posts with label UNY Wates. Show all posts
Showing posts with label UNY Wates. Show all posts

Monday, July 10, 2017

Hari ini tidak ada snack!

Tulisan ini diketik.. numpang di perpustakaan GLA. Mengapa? Karena netbuk saya sedang merajuk.. sensitif sangatlah. Memang dasar baterainya sudah rusak sehingga harus selalu plug in, listrik. Sekarang menjadi semakin parah, senggol sedikit, mati!
Tambahan lagi.. ini hari Senin, sesuai jadwal ini adalah tanggungjawab saya untuk piket. Tapi maaf yaa.. tadi pagi datangnya terlambat (maaf untuk M. Rizqi Dzikrullah) partner piket, karena Apri dan Umi Neni juga datang terlambat hari ini. Karenanya saya turun ke ruangan TU untuk mengambil snack kelas Geografi hari ini.
Ternyata.. hanya ada dua kotak snack di atas meja, tulisannya "Ekonomi" dan "Akuntansi". Milik Geografi mana?
Jadi setelah dikonfirmasi pad apengurus, ternyata ada arus informasi yang tidak diproses dengan lengkap (ribet ya), jadilah hari ini di kelas Geografi tidak ada snack. Sebagi gantinya besok kami diberi uang jajan saja...
Bagaimana perasaan saya? Biasa saja. Sedang sariawan, susah juga mau makan apa-apa.

Thursday, March 16, 2017

Untuk UKKI

“................................................................................................”

Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. (Mereka berdo’a), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. ....”. (QS. Al-Baqarah: 286).

Belakangan ini saya agak sering mengeluh. Tugas kuliah yang seperti tak kunjung berakhir, uang saku yang belum juga diberikan, usia sudah cukup tapi jodoh belum juga bertemu atau bertamu, dan lain sebagainya. Terlepas dari itu hanya candaan saja, bagi saya, itu ananiah, egois. Sifat “keakuan” yang merupakan bagian dari paket lengkap lahirnya kita di dunia ini. secara istilah, ananiah  berarti sikap mementingkan diri sendiri dan kurang memperhatikan orang lain.
            Bukan hal mudah bagi saya untuk membersihkan fikiran dari keluhan-keluhan yang seharusnya bisa tidak saya lakukan. Tapi itu harus dicoba dan dilakukan. Karena sudah jelas, tidak ada beban yang tidak dapat kita tanggung atas kehendak-Nya.
            Tugas kuliah yang seperti tak kunjung berkahir. Bersyukur. Di luar lingkaran kita, ada banyak orang yang mendambakan dirinya menjadi mahasiswa, menjadi orang yang bergelar profesional, tetapi langkahnya harus terhenti karena masalah ekonomi, masalah keluarga yang tidak mendukung dan merestui, masih kesulitan memilih dan menentukan jalan mana yang harus ia tempuh, karena sakit, dan juga karena ajal.
            Uang saku yang belum juga diberikan. Sudah tugas kita untuk terus belajar, seperti kata-kata hikmah (bukan hadis) yang agaknya sudah sering kali kita dengar, “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Pendidikan yang kita tempuh saat ini sama sekali tidak gratis. Dalam salah satu syarat menuntut ilmu, kita membutuhkan biaya. Kali ini biaya yang kita butuhkan dibebankan pada orang banyak, yang kita nikmati ini adalah amanah. Mata saya sampai berkaca-kaca ketika seorang sahabat mengingatkan, semakin sedikit uang yang kita terima maka semakin sedikit pula pertanggungjawaban kita kelak. Ada orang-orang yang tidak berani membayangkan untuk bisa sekolah karena keterbatasannya. Bersyukur.
            Jodoh belum bertemu dan bertamu. Tenang saja, mungkin kita sedang berjalan ke arah yang sama dan menuju pada titik yang sama. Jadilah calon pasangan yang terbaik mulai dari sekarang. Walaupun kita saat ini belum tahu siapa yang kelak akan menjadi pasangan kita. Fokus pada tugas kita, belajar. Yang menjadi tujuan kita saat ini adalah “selembar kertas” yang siang dan malam didoakan oleh kedua orang tua agar dapat kita peroleh dengan mudah. Tentang jodoh itu agaknya benar-benar akan unik. Boleh jadi kita belum pernah bertemu dengannya, atau malah yang selama ini ada di dekat kita. Bersyukur. Kita masih punya waktu untuk merenung disaat sebagian orang ada yang melalui jalan yang salah untuk bertemu jodohnya.
            Tentang masalah yang lainnya, La Tahla, jangan mengeluh. Lebih lagi jangan membandingkan keadaan kita dengan orang lain. Dalam istilah Jawa, katanya hidup ini tentang “wang sinawang”, kita merasa kitalah yang lebih susah daripada orang lain. Padahal orang lain juga merasakan hal yang sebaliknya kita rasakan. Saya dan mungkin kita berubah menjadi ananiah  atau egois memperebutkan bahwa kitalah yang paling menderita. Dimana syukur kita?.
            Saya tidak pandai menuliskan pemikiran dengan baik. Sebagian besar tulisan ini berisi tentang yang sedang saya perjuangkan untuk dilakukan. Meskipun Allah SWT telah berjanji dan janji-Nya itu pasti, tugas kita adalah berusaha, berdo’a, tawakal, mohon ampun, dan bersyukur. Semoga Allah tidak menghukum kita jika kita lupa atau melakukan kesalahan, semoga Allah tidak membebani kami dengan beban yang berat, dan semoga Allah tidak memikulkan kepada kita apa yang tidak sanggup kita pikul. Semoga kita menjadi orang yang selalu ingat untuk bersyukur dan tidak egois.

“.....Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”(QS. Al-Baqarah:286).

Tulisan ini sudah terlebih dahulu di posting dalam http://ingat-ulangku.blogspot.co.id/
Saya kirimkan tanpa judul, karena saya tidak pandai memberi judul untuk tulisan ini.



Tuesday, March 14, 2017

Angka 1-30

Angka-angka ini dibuat dengan penuh percaya diri bahwa ini akan menjadi media pembelajaran yang sangat membantu dan menarik perhatian anak-anak.
Karena mata pelajaran yang saya ampu adalah Geografi, angka ini bisa dijadikan bahan untuk pembuatan media begitu pula untuk mata pelajaran lainnya. Semoga bermanfaat.









Thursday, February 16, 2017

Workshop PPG Hari Ke-1

Ditulis di blog lain, milikku. 14 Februari 2017.

Jangan tidur di kelas!
Luar biasa sugesti, do'a, dan usaha yang saya upayakan untuk memulai workshop PPG ini. Dalam hati saya berkata... workshop dari kata work dan shop. Kerja dan Toko. Sudah seperti jiwa saya saja, karena keduanya yaitu kerja dan toko itu tidaklah jauh-jauh dari hidup saya.

Workshop pertama tentang pengemasan pembelajaran bidang studi yang mendidik (Subject Spesific Pedagogy, SSP). Kami mulai membahas tentang KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) untuk mata pelajaran geografi di SMA. Untuk kurikulum 2013 ada total 19 KD dari 4 KI yang sudah ditentukan sejak awal. Dalam perkembangannya yang masih muda belia, Kurikulum 2013 sudah mengalami banyak revisi, termasuk untuk mata pelajaran Geografi. KD yang semula 19 menjadi lebih luas dan lebih dalam dengan jumlah KD yang lebih sedikit. Artinya ada beberapa KD yang digabungkan menjadi satu dan ada pula yang dikembangkan. Tentu ada pula yang tidak mengalami perubahan.

Peserta PPG SM3T Mata Pelajaran Geografi Angkatan V di UNY berjumlah 20 orang dengan komposisi 10 Orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Di hari pertama ini, kami langsung diberikan tugas untuk membuat RPP. 

Rasanya mendebarkan. Langsung mulai mengerjakan tugas dan saya mulai akan terbiasa dipanggil "Ibu" oleh teman sebaya.

Semangat!

Asmara, Asrama. Lagi.

Ditulis dalam blog lain, milikku. 14 Februari 2017.

Sekarang saya mulai menjalani hari-hari yang lebih sibuk lagi. Tetapi kali ini kesibukannya, Insya Allah benar-benar sibuk dan saya perjuangkan untuk masa sekarang dan masa depan, supaya masa lalu saya termaafkan. Jadi hidup saya tidak stagnan di satu titik saja.

Mulai tanggal 8 Februari lalu, saya sudah tinggal di asrama. Tentang cerita semasa berkeliling di Kab. Kudus, Kab. Semarang, Kab. Pekalongan, dan Kab. Batang plus di Jakarta Selatan agaknya harus ditunda dahulu.

Semangat!!

Wednesday, February 15, 2017

Perjalanan Ke Kudus

Kudus adalah nama salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Ibukota Kabupaten Kudus adalah Kota Kudus. Tidak terlalu padat tetapi sudah cukup ramai. Saya berkunjung ke Kudus untuk urusan pekerjaan yang direncanakan akan berlangsung selama sekitar satu minggu. Tetapi ternyata tidak sesuai dengan yang sudah ditargetkan, jadi saya berada di Kudus agak lebih lama.
Saya datang dari Yogyakarta. Untuk menuju ke Kudus bisa menggunakan bus dan travel. Saat itu saya memilih menggunakan travel. 
Alamat: Jl. Ring Road Utara No.261 (Barat UPN Condongcatur) Yogyakarta - 081328122309
Tarif bulan Desember 2016 adalah Rp 115.000,- 

Saya berangkat berdua dengan kak Ren sekitar pukul 18.00. Ternyata hari itu hanya ada empat penumpang termasuk kami berdua yang akan menuju Kudus. Jadi tidak terlalu sumpek rasanya. malam itu kak Ren membawa cukup banyak bekal makanan. Dengan senang hati saya ikut menikmati karena ditawari.

Karena perjalanan ini dilakukan pada malam hari dan keesokan harinya saya sudah harus mulai bekerja, jadi saya tidak terlalu memperhatikan rute dan sebagainya melainkan langsung segera tidur. Yang saya ingat tiba-tiba jalannya terasa lurus dan tidak macet, agak gelap karena minim penerangan di sepanjang jalan. Saya bertanya pada supirnya, "Ini dimana, pak?". Bapak supir menjawab, "Demak, mbak. Kalau lancar begini, satu jam lagi juga sudah sampai Kudus."

sekitar pukul 24.00 WIB, akhirnya saya sampai di Kosan yang selanjutnya menjadi basecamp  kami. Namanya Kosan Hawaii. Lokasinya di Jalan Sunan Muria, tepat di sebelah Barat SDN 3 Barongan. Kosan ini disewakan dengan kisaran harga 400 - 600 ribu per kamar. Pemilik kosan adalah Bapak Haryanto. sayang sekali saya tidak menyimpan nomor beliau. Pka Haryanto tinggal cukup jauh dari Kosan Hawaii, beliau tinggal di komplek Perusahaan Sukun Grup, karena beliau yang sehari-harinya sebagi Kepala Desa adalah bagian dari Sukun Grup.

Setelah dua malam berada di Kudus, saya menyimpulkan beberapa hal diantaranya,
  • Panas. Mungkin karena pengaruh lintang sehingga hawanya gerah.
  • Simpang 7. Saya rasa ini pusat kotanya, alun-alun tepat di depan kantor bupati Kudus yang sepertinya tidak pernah sepi. Banyak penjual makanan: batagor, siomay, angkringan, nasi goreng, dll.
  • Ada dua pusat perbelanjaan yang terbesar, yaitu Plaza Kudus (isinya Ramayana) dan Matahari yang berada dalam satu area dengan Carrefour.
  • Kotanya kecil. Untuk menuju lokasi tertentu saya beberapa kali mengelilingi alun-alun Simpang 7. Sepeti tidak terlalu banyak alternatif pilihan jalannya.
Senang bisa tinggal di Kudus selama lebih dari satu minggu. Semoga suatu hari bisa ke Kudus lagi.
 

Notes Of Gea Template by Ipietoon Cute Blog Design