Thursday, February 16, 2017

Asmara, Asrama. Lagi.

Ditulis dalam blog lain, milikku. 14 Februari 2017.

Sekarang saya mulai menjalani hari-hari yang lebih sibuk lagi. Tetapi kali ini kesibukannya, Insya Allah benar-benar sibuk dan saya perjuangkan untuk masa sekarang dan masa depan, supaya masa lalu saya termaafkan. Jadi hidup saya tidak stagnan di satu titik saja.

Mulai tanggal 8 Februari lalu, saya sudah tinggal di asrama. Tentang cerita semasa berkeliling di Kab. Kudus, Kab. Semarang, Kab. Pekalongan, dan Kab. Batang plus di Jakarta Selatan agaknya harus ditunda dahulu.

Semangat!!

Wednesday, February 15, 2017

Selamat Menempuh Hidup Baru.. Sahabatku

Dulu kami duduk berdampingan pada satu meja yang sama selama satu tahun di kelas 3.

Sahabat saya.. Hari ini resmi menjadi seorang istri. Rinaku yang dulu tidak banyak bicara tentang pernikahan, ketemu jodohnya duluan, kakak kelas kami, Kak Mega. Alhamdulillah.

Saya turut berbahagia lahir dan batin. Meski sedihnya juga ada. Saya tidak bisa hadir di acara ijab qabul dan resepsinya. Karena belum rezeki kami berjumpa. Selain itu saya juga jahat karena ndak mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada mereka lewat pesan atau telepon. Kenapa? Sifat saya memang begini.

Semoga Rinaku, sahabatku... menjadi istri yang shaleha. Kak Mega menjadi imam yang baik dan bertanggungjawab. Bersama-sama hingga ke surga-Nya. Aamiin.
Jodoh, rezeki, maut...
Itu urusan Allah SWT, tugas kita berusaha keep on the track. Taat. Supaya Allah SWT ridha.
Sahabat saya menikah hari ini.. Nanti kalau Allah SWT sudah ridha, saya juga akan menyusul.

Ditulis di buku harian, November 2016.

The Green Al-Qur'an

My tears just fell down. 
Inginnya kalimat selanjutnya juga menggunakan Bahasa Inggris. Apa daya, kemampuan terbatas belum bisa. Kenapa pakai Bahasa Inggris, bukankah judulnya tentang Al-Qur'an? Tentu saja kearena ada hubungannya dengan orang yang memberikan Al-Qur'an berwarna hijau untuk saya.

Setelah hujan reda, saya memasak sayur dan lauk untuk berbuka puasa bersama kak noha  dan adek anja. Setelah makanan bisa dicicipi dan hasilnya terlalu asin, barulah saya membaca pesan singkat melalui Whatsapp dari kak icang di Makassar yang mengabarkan akan datang ke Yogyakarta sekitar minggu depan. Senang? Tentu. Tapi banyak sedihnya kali ini. Karena dalam masa yang berdekatan saya harus pergi ke luar kota dalam waktu yang cukup lama.

Saya curahkan dengan cara agak berlebihan pada Kak Noha. Akhirnya air mata reda. Lalu adegan percakapan yang akan berhubungan dengan Bahasa Inggris dan Al-Qur'an berwarna hijau akan segera dimulai.


"Ne.u, ado ketinggalan sesuatu"
"Apo, kak?"

"Iniiii." Sambil mengeluarkan Al-Qur'an warna hijau dari dalam plastik warna hitam. 
"Wiih, cantiknyo. Kakak beli dimano? Berapoan kakak beli?"
"Hmm. Tadi disano. Dak dijual".
Lalu kami tertawa-tawa. Saya sebenarnya agak merasa gede rasa, kalau tidak salah dengar, kakak memaksudkan Al-Qur'an itu untuk saya.
Saya bergumam pada Si Hijau, "Aih, dek. Kakak tu cuman pamer bae. Cantik nian hijaunyo ni".
"Nah itu untuk Ne.u"

"Ha? Iyo kak? Ih, sebenarnyo kami tadi la mikir itu emang buat kami, tapi takut salah dengar"
Lalu kami tertawa lagi dan air mata saya keluar lagi.


Al-Qur'an warna hijau yang cantik itu jadi milik saya. Belum tahu kan hubungannya dengan Bahasa Inggris itu apa? Jadi Kak Noha itu sarjana sastra Inggris, bahkan sekarang sedang lanjut untuk mendapatkan gelar master dari jurusan Linguistik. Tadinya tulisan ini ingin dipersembahkan untuk kakak dalam Bahasa Inggris. Lain waktu sajalah.
Love you kak nohaa.
 

Notes Of Gea Template by Ipietoon Cute Blog Design