Thursday, June 14, 2012

Selamat ulang tahun mbak anjaaa...

gimana ya mulainya... gamungkin kan yaa aku salto gitu waktu mau ngucapin selamat ulang tahun.
masa juga aku mau nyanyi, gawat loh kalau aku nyanyi...semua orang pasti kecewa karena suara merdu ini tidak dipublikasikan heheehehe
jadiii...
begini ya, aku punya sodara sejak dulu,
istimewa..aku manggilnya anjaae manjaa kusayang *selalu*
hari ini anja 19 tahun,
huhuhuhu...rasanya iri banget, baru beberapa hari yang lalu aku ngucapn bye-bye buat 19ku
sekarang,
selamat datang di zona 19 njaaaa...hati-hati yaa, banyak ranjau :o

tadi aku kirim sms ke anjaa, gini yaa isi sms aku:
Apakah anda menyadari sesuatu?
iyaa,
anda tampak tua sekarang,
tapi anda pasti semakin cantik,
semakin dewasa,
taat beribadah,
jadi duta keluarga kita,
aah,
anda memang semakin tua sekarang,
 tapi saya tetap cinta anda,
karena anda adalah sista saya forever :*

anja cantiik pakai kerudung hehehhe  *plis jangan ge.er*
pengen banget yaa teriak dari bandung berharap terdengar sampai padang...
..................anjaaaaaa, ujan njaaa..itu ada pangeran 'itu' bawain payung buat anja, tap dia ngajak ujan-ujanan
*pilem india banget*

semoga sejak hari ini dan seterusnya anjaae manjaae kusayang selalu disayang dan dilindungi Allah, aamiin :)

Wednesday, June 13, 2012

Jenis-jenis Peta


Secara umum peta dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.      Berdasarkan Sumber Datanya
a.       Peta Induk (Basic Map)
Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survey langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar. Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
b.      Peta Turunan (Derived Map)
Peta turunan yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survey langsung ke lapangan. Peta turunan ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.

2.      Berdasarkan Isi Data yang Disajikan
a.       Peta Umum
Peta umum yaitu peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan. Peta umum dibagi menjadi 3, sebagai berikut:
-          Peta Topografi
Peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada permukaan peta yang meghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketnggian yang sama.
-          Peta Chorografi
Peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta chorografi adalah atlas.
-          Peta Dunia
Peta umum yang beskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.
b.      Peta Tematik (khusus)
Peta tematik yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu/khusus. Misalnya peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya.

3.      Berdasarkan Skalanya
a.       Peta Kadaster/Peta Teknik
Peta kadaster mempunyai skala sangat besar antara 1:100 – 1:5000. Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis, msalnya untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, dan sebagainya.
b.      Peta Skala Besar
Mempunyai skala antara 1:5000 – 1:250000. Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah.
c.       Peta Skala Sedang
Peta skala sedang mempunyai skala antara 1:25000 – 1:500000.
d.      Peta Skala Kecil
Peta skala kecil mempunyai skala antara 1:500000 – 1:1000000.
e.       Peta Geografi/Peta Dunia
Peta dunia mempunyai skala lebih kecil dari 1:1000000.

4.      Berdasarkan bentuknya
a.       Peta Stasioner
Menggambarkan keadaan permukaan bumi yang datanya bersifat relatif tetap (stabil). Contohnya peta topografi, peta geologi, dan peta jenis tanah.
b.      Peta Dinamis
Menggambarkan keadaan permukaan bumi yang datanya bersifat selalu berubah (dinamis). Contohnya peta kepadatan penduduk, peta sebaran korban bencana alam, dan peta jaringan komunikasi.
5.              Berdasarkan Tujuan
a.       Peta Pendidikan (Educational Map)
Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SMP
b.      Peta Ilmu Pengetahuan
Contohnya: peta arah angin, peta penduduk
c.       Peta Informasi Umum (General Information Map)
Contohnya: peta pusat perbelanjaan
d.      Peta Turis (Tourism Map)
Contohnya: peta museum, peta rute bus
e.       Peta Navigasi
Contohnya: peta penerbangan, peta pelayaran
f.       Peta Aplikasi
Contohnya: peta penggunaan tanah, peta curah hujan
g.      Peta Perencanaan
Contohnya: peta jalur hijau, peta perumahan, peta pertambangan. 

Unsur-unsur universal Peta


Peta tidaklah semerta-merta di sebut peta jka tidak memiliki unsur-unsur yang menjadi kelengkapan peta itu sendiri. Adapun unsur-unsur kelengkapan peta secara universal adalah sebaga berikut:
1.      Judul Peta
Judul merupakan identitas dar sebuah peta. Dari judul kita dapat mengetahui informasi apa saja yang ada dalam peta tersebut.

          
2.      Skala
Skala peta dapat diartikan sebagai perbandingan rasio antara jarak dua titik pada peta dan jarak horizontal kedua titik tersebut di permukaan bumi atau lapangan, dan pada satuan yang sama.
Secara umum skala dapat dikemukakan dalam beberapa cara yaitu:
a.       Skala Numerik
Contoh: 1:50000
Artinya, 1 cm jarak di peta sama dengan 50000 cm di lapangan.
b.      Skala Garis
Untuk skala ini dinyatakan dalam bentuk garis lurus yang terbagi dalam beberapa bagian yang sama panjangnya. Pada garis tersebut harus dicantumkan ukuran jarak yang sesungguhnya di lapangan misalnya dalam meter, kilometer, feet atau mil.
Gambar: Skala Garis

3.      Arah Orientasi (mata angin)
Digunakan sebagai penunjuk mata angn, arah utama yang ditunjukkan biasanya adalah arah utara.
4.      Legenda dan Simbol
Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada di permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya. Dalam menggambarkan simbol dtempatkan sesuai pada lokasi kenampakan pada peta utama dan penjelasan/keterangannya ditempatkan pada legenda. Simbol sebaiknya bersifat sederhana dan mewakili obyek aslinya untuk memudahkan pembaca.
5.      Garis Astronomis
Garis astronomis yang dgambarkan pada peta tanpa harus merubah garis astronomis pada aslinya. Garis astronomis meliputi garis bujur dan garis lintang.
6.      Garis Tepi
Garis tepi berfungsi sebagai garis terluar peta yang juga mengandung nilai estetis.
7.      Inset Peta
Inset merupakan gambaran peta yang diperkecil tetapi dengan gambar yang lebih luas dari gambar utama atau dengan gambar yang lebih sempit dari gambar utama. Tujuannya adalah untuk lebih memperjelas bagian-bagian tertentu pada peta yang ditunjukkan.
8.      Nama Pembuat dan Sumber Peta
Memuat instansi atau nama individu pembuat peta dan sumbernya.
9.      Penerbit Peta dan Tahun Pembuatan Peta
Memuat instansi yang menerbitkan peta tersebut berikut tahun terbitnya.
 

Notes Of Gea Template by Ipietoon Cute Blog Design