Monday, December 5, 2011

UTS Geografi Ekonomi

UTS Geografi Ekonomi
Nama    : Ineu Handayani
NIM    :1005434
Pendidikan Geografi (B)

1.    Apa yang dimaksud denga ekonomic region?
Jawab :
    Region adalah suatu bagian wilayah muka bumi, yang karena pengaruh dan kerjasama dari berbagai faktor memperlihatkan suatu ciri tersendiri yang membedakan dengan daerah lainnya.
    Ekonomik region adalah suatu daerah yang pada umumnya memperlihatkan suatu keseragaman dari pada hasil kerja segolongan penduduk di daerah itu dalam mengambil faedah atau manfaat dari sumber-sumber alam yang ada, dengan membedakan diri dari pada yang terdapat di daerah lain di sekitarnya.
    Ilmu yang mempelajari tentang ekonomik region atau ekonomi regional adalah ilmu yang muncul karena adanya kekhususan yang dimiliki oleh ekonomi regional menyebabkan ilmu ini telah berkembang menjadi suatu bidang spesialisasi yang baru yang berdiri sama halnya dengan cabang ilmu ekonomi lainnya. Ilmu ekonomi regional muncul sebagai suatu kritik dan sekaligus memberi dimensi baru pada analisis ekonomi dalam rangka melengkapi dan mengembangkan pemikiran ekonomi tradisional sehingga dapat memecahkan masalah-masalah sosial ekonomi yang terus berubah sepanjang zaman.
   
2.    Jelaskan yang membedakan ilmu ekonomi dengan geografi ekonomi dalam mengkaji aktivitas ekonomi manusia?
Jawab :
    Yang membedakan ilmu ekonomi dengan geografi ekonomi dalam mengkaji aktivitas ekonomi manusia adalah sudut pandang tinjauannya yang juga berarti ruang lingkupnya. Ilmu ekonomi hanya mengkaji aktivitas ekonomi manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa demi kelangsungan hidupya. Geografi ekonomi juga mengkaji aktivitas ekonomi manusia yang sama seperti ilmu ekonomi, hanya saja bedanya untuk geografi ekonomi mengkaji aktivitas tersebut berdasarkan keragaman ruang di permukaan bumi, maka geografi ekonomi berkembang menjadi bagian-bagian atau bidang-bidang studi yang masing-masing membahas aspek khusus dari aktivitas ekonomi, misalnya geografi pertanian, geografi sumberdaya, geografi pariwisata, dan lain-lain.

3.    Apa yang menyebabkan perbedaan aktivitas ekonomi di permukaan bumi?
Jawab :
    Aktivitas ekonomi berarti segala macam upaya yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga mencapai kemakmuran. Upaya yang dilakukan itu tentu saja berbeda dikarenakan beberapa sebab berikut ini:
perbedaan jenis kebutuhan
a.    faktor kondisi alam, misalnya iklim, tanah dan landform. Kondisi alam setiap daerah belum tentu sama dengan daerah lainnya, sehingga membutuhkan cara yang berbeda untuk memanfaatkannya maka secara langsung itu akan mempengaruhi ektivitas ekonomi yang dilakukan. Dimana aktivitas ekonomi disesuaikan dengan kondisi alam.
b.    Faktor sosial, terutama kepadatan penduduk, latar belakang kultural, dan tingkan perkembangan teknologi. Kepadatan penduduk mempengaruhi peluang untuk memenuhi kebutuhan setiap individu. Sementara latar blakang kebudayaan akan mempengaruhi cara-cara, kebiasaan-kebiasaan dalam beraktivitas terutama dalam hal ekonomi. untuk  teknologi perat hubungannya dengan usaha-usaha peningkatan produksi sekaligus produktivitas.
c.    Kondisi fisik dan psikis, setiap orang mempunyai keterbatasan dan kemampuan yang berbeda baik secara fisik maupun secara psikis.

4.    Mengapa dalam mengkaji sebuah fenomena di permukaan bumi, geografi selalu menggunakan pendekatan 5WH?
Jawab :
    Pendekatan 5WH meliputi pertanyaan mendasar yang digunakan dalam mengkaji permukaan bumi, yaitu apa (what), dimana (where), mengapa (why), siapa (who), kapan (when), dan bagaimana (how).
    Geografi selalu menggunakan pendekatan 5WH karena, dengan menggunakan dasar-dasar pertanyaan tersebut dapat diketahui apa, mengapa, dimana, dan kapan suatu fenomenan terjadi serta siapa saja yang berhubungan dengan fenomena tersebut. Ditambah lagi dengan didapatkannya penjelasan tentang bagaimana keterkaitan anatara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan alam dengan alam yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia, serta untuk kepentingan apa.
    Dengan terjawabnya pertanyaan-pertanyaan tersebut, berarti sebuah fenomenan di permukaan bumi telah terkaji sesuai dengan tujuan geografi, yakni untuk memahami penyebaran fenomena di atas permukaan bumi, hubungan anatar fenomena di suatu tempat, hubungan suatu fenomena dengan fenomena di tempat lain, efek suatu fenomena pada fenomena lain, variasi suatu fenomena dari suatu tempat ke tempat lain, difusi keruangan dari fenomena, lokasi dan lokalisasi suatu fenomena, akibat dari suatu fenomena, dan manfaat suatu fenomena guna meningkatkan kesejahteraan manusia dan pembangunan.

5.    Jelaskan proses lahirnya pertanian itensif dari sebelumnya yang bersifat nomaden?
Jawab :
    Sebagian ahli mengatakan sejarah pertanian dimulai dari sebelum 8000 SM, yakni kehidupan nenek moyang kita dengan kebiasaan awalnya yang hanya mengumpulkan bahan makanan dan berburu hewan jinak di hutan.

Friday, December 2, 2011

Primadona Navigasi

Renungan siang ini ada karena aku duduk penuh perhatian di salah satu gedung megah kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung...


                Pada hari kamis (1/12/2011), aku mengikuti kuliah Geografi Tanah. Rasanya sangat ngantuk karena semalaman begadang mengerjakan tugas laporan praktikum ini itu...dan semuanya deadline ckckck
                Materi yang disampaikan dosen tidak terlalu bisa kutangkap dengan baik, tetapi karena memaksakan diri dan sungguh-sungguh diniati dengan (Insya Allah) tulus.. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku ingin mendapat ilmu dan pengetahuan yang tiada tara.
                Ilmunya tentu tidak jauh-jauh dari Geografi. Tentang navigasi. Arah-arah di lapangan harus benar-benar kita kuasai. Terbayang dong..kalo kita di lepas di alam bebas begitu saja tanpa tahu medan dan arah daerah tersebut? Nah, ternyata manusia telah diberi kecerdasan oleh Allah untuk menemukan alat bantu penunjuk arah, kompas (bukan GPS..karena cerita agak didramatisir).
                Jangan pula ditanyakan kompas itu apa (--“) huhuhu... Sebagai orang geografi, aku seharusnya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kompas, hampir setiap kali praktikum lapangan aku menggunakan kompas. Sayangnya, aku hanya menggunakannya saja tanpa berusaha mendapatkan nilai filosofis dari sebuah kompas. Tapi, sekarang aku sudah tahu..maka dari itu aku merenung, dan ingin mengajak orang yang membaca tulisan ini juga merenung.
                Pada saat melakukan survey ataupun praktikum lapangan, kita menentukan arah menggunakan bantuan kompas. Dalam membidik harus dengan teliti. Setelah sasaran dibidik, tentunya kita menuju ke tempat itu kan. Nah, kita harus berjalan lurus sesuai derajat yang kita bidik sejak awal, karena melenceng 1° saja akan mempengaruhi arah perjalan kita seterusnya. Kalau hanya melenceng 1 atau 2 meter saja masih tidak terlalu parah, lalu bagaimana bila kita sejak awal sudah salah bidik? Maka akan salah arahlah kita. Lalu? Maka akan semakin jauhlah kita dari sasaran awal.
                Itu pelajaran yang pertama, kita hidup dengan jalan yang sudah Allah tentukan dan Allah beri kita bantuan dan petunjuk untuk mencapai tujuan. Tetapi membidik adalah urusan kita, melangkah adalah keputusan kita. Maka bila dalam hidup ini kita sudah merasa melenceng dari koridor yang sudah ditentukan tilik lagi ke langkah awal yang sudah kita buat, chek back azimutnya. Setelah kita tahu seberapa jauh kita melenceng, itu pun akan kembali terserah kita mau diteruskan atau kembali ke alan yang benar. Saranku...ayo kembali ke jalan yang benar (doakan aku juga yaa..)

Tuesday, November 22, 2011

KONSEP DASAR LINGKUNGAN HIDUP

KONSEP DASAR LINGKUNGAN HIDUP

A.   Lingkungan Hidup Sebagai Suatu Konsep

     Sebelum melangkah lenig jauh untuk memahami konsep lingkungan hidup, sudah semestinya kita faham akan makna dari konsep itu sendiri. Konsep adalah pembawa arti, dimana dalam Wikipedian Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa, konsep merupakan abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan.
     Woodruff (dalam Amin, 1987) menyebutkan salah satu pengertian konsep adalah pengertian tentang suatu objek. Jadi, konsep dasar lingkungan hidup berarti pengertian dasar tentang lingkungan hidup.
     Lingkungan secara umum meiliki arti segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks sehingga dapat mempengaruhi satu sama lain. Kondisi yang saling mempengaruhi ini membuat lingkungan selalu dinamis dan dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan seberapa besar kompoen lingkungan itu dapat mempengaruhi dengan kuat. Ada saatnya berubah menjadi baik dan tidak menutup kemungkinan untuk berubah menjadi buruk. Perubahan itu dapat disebabkan oleh makhluk hidup dalam satu lingkungan tersebut.
     Dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 mengenai Pedoman Umum Pengelolaan Lingkungan Hidup, disebutkan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Kesatuan ruang hidup maksudnya semua yang disebutkan di atas berada dalam ruang/tempat yang sama dan bersama-sama membentuk satu sistem. Jadi dalam kesatuan ruang itu masing-masing saling mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung.
     Ketentuan yang terbaru tentang pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dikompilasi ke dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 yang per definisinya lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Sedangkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup didefiisikan sebgai upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.
Gambar 1: lingkungan hidup


Gambar 2: lingkungan yang tercemar


     Objek kajian lingkungan hidup adalah manusia dengan lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup manusia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam lingkungan hidup yang terdiri atas udara, air, tumbuhan, tanah, dan hewan. Lingkup lingkungan hidup dapat sempit, misalnya sebuah rumah dengan pekarangan, atau bisa juga luas misalnya pulau Sumatera. Lapisan bumi dan udara yang ada makhluknya, dapat juga dianggap sebagai lingkungan hidup yang besar, yaitu biosfer. Bahkan tata surya kita dan alam semesta dapat menjadi objek kajian.
     Disimpulkan bahwa lingkungan sangat luas cakupannya, mulai dari udara dan angin yang bergerak disekeliling kita sampai pada benda-benda angkasa yang jaraknya ratusan juta kilometer dari planet bumi kita, jika mempengaruhi kehidupan di bumi ini, menjadi lingkungan hidup bagi kita dan makhluk hidup di permukaan bumi.
     Makhluk mulai dari yang mikro hingga yang makro, menjadi lingkungan bagi makhluk hidup lainnya, manusia baik individu maupun kelompok menjadi lingkungan bagi individu atau kelompok lainnya. Berdasarkan pengertian segala apa yang berpengaruh terhadap kehidupan, pertumbuhan dan karakter, justru organisme yang mikro seperti virus, sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan kita sebagai manusia dan makhluk hidup lainnya. Konsep yang demikian itu, membuka perhatian dan pemahaman kita terhadap lingkungan.

     Lingkungan hidup terdiri dari dua komponen, yaitu:
1.    Komponen biotik, yakni terdiri dari makhluk hidup seperti : manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik.
2.    Komponen biotik, yakni terdiri dari benda-benda mati seperti: air, tanah, udara, cahaya, dan sebagainya.

Lingkungan memiliki sifat yang berbeda-beda. Menurut Otto Soemarwoto, sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam faktor. Pertama, oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut.
Dengan mudah dapat kita lihat, lingkungan hidup dengan sepuluh orang manusa, seekor anjing, tiga ekor burung perkutut, sebtang pohon kelapa, dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan hidup yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang manusia, sepuluh ekor anjing, tertutup rimbun dan pohon bambu dan rata tidak berbukit batu. Dalam golongan jenis unsur lingkungan hidup termasuk pula zat kimia.
Kedua, hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan hidup itu. Misalnya, dalam suatu ruangan terdapat sepuluh buah kursi, empat buah meja, dan empat buah pot dengan tanaman kuping gajah, manusia kemudian menatanya sehingga kursi dapat digunakan untuk duduk, meja dihadapkan dengan kursi, pot dengan tanaman kuping gajah disusun berjajar di dekat dinding sehingga memperindah pemandangan.
Ketiga, kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup. Misalnya, suatu kota yang penduduknya aktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari sebuah kota yang serupa, tetapi penduduknya santai dan malas. Demikian pula dengan suatu daerah dengan lahan yang landai dan subur merupakan lingkungan yang berbeda dari daerah dengan lahan yang berlereng dan tererosi.


B.     Alasan Mempelajari Lingkungan

     Populasi manusia sejak zaman purba sampai saat ini terus berkembang. Bahkan pada suatu saat terjadi pertumbuhan penduduk yang luar biasa disebut dengan ledakan penduduk.
     Semula masalah lingkungan hidup hanya dibahas dalam kalangan para ahli dalam pertemuan-pertemuan ilmiah. Lambat laun kecemasan tentang keadaan lingkungan di bumi kita semakin luas. Mengingat luas permukaan bumi yang merupakan ekosistem kehidupan manusia itu luasnya tetap, sedangkan pertumbuhan penduduk terus melaju, maka akan terjadi benturan dan masalah yang timbul menyertainya.
     Pertambahan penduduk yang begitu besar memberi tekanan pada sumder alam. Apabila tidak ada kejutan teknologi yang mampu meningkatkan persediaan sumber alam maka penduduk bumi menghadapi masalah besar.
     Karena itu usaha melestarikan sumber alam menjadi penting. Baik dari sumber alam sangat disoroti baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Untuk mengupayakan kelestarian sumber alam tentu harus disertai dengan pemahaman kelingkungan. Itulah salah satu sebabnya mengapa kita harus mempelajari lingkungan.
     Pembangun yang ada dalam berbagai aspek telah menghasilkan pula produk sampingan berupa pencemaran dan pengotoran lingkungan. Di beberapa negara maju, pencemaran lingkungan telah mencapai titik bahaya yang mencekik kehidupan manusia itu sendiri.
     Masalah lingkungan seharusnya tidak menjadi ancaman yang serius apabila lingkungan itu dipelajari dengan baik. Terutama apabila dimengerti cara pengelolaannya. Penjelasan secara gamblang beberapa alasan harus mempelajari lingkungan adalah sebagai berikut:

1.    Lingkungan sebagai sumber belajar
           Sebagai makhluk hidup, selain berinteraksi dengan sesama juga berinteraksi dengan sejumlah makhluk hidup lainnya dan benda-benda mati. Makhluk hidup tersebut tersebut antara lain adalah berbagai tumbuhan dan hewan, sedangkan benda-benda mati antara lain udara, air, dan tanah. Manusia merupakan salah satu anggota di dalam lingkungan hidup yang berperan penting dalam kelangsungan jalinan hubungan yang terdapat dalam sistem tersebut.
           Jumlah sumber belajar yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas, sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan.
           Sumber belajar lingkungan ini akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan karena dipelajari tanpa terbatas dalam kelas-kelas tertentu. Selain itu kebenarannya lebih akurat, karena dapat mengoptimalkan secara langsung potensi panca indera untuk berkomunikasi dengan lingkungan tersebut.



Gambar 3 : belajar dari lingkungan

2.    Lingkungan mendasari pembangunan dan pengembangan
           Kebutuhan hidup manusia tidak terbatas sementara alat pemenuhan kebutunnya semakin terbatas. Manusia adalah makhluk sosial yang diberi anugrah berupa akan dan nafsu oleh Tuhan Yang Maha Esa.
           Maka pantaslah apabila manusia terus berusaha untuk mencari dan menggali semua potensi yang ada, meskipun faktanya apa yang dilakukan manusia itu lambat laun merusak keseimbangan yang ada.
           Selama berabad-abad manusia berikut segala isi lingkungan hidup terus tumbuh berkembang. Selama itu, sungguhpun ada persoalan lingkungan hidup, namun keadaannya tidaklah gawat. Kemampuan manusia dalam mengolah sumber daya alam masih terbatas, sehingga cara-cara pengolahannya tidak sampai mengganggu keseimbangan sistem lingkungan hidup itu.
           Demi melihat lingkungan, alam yang potensial bagi kehidupan manusia, maka muncul inovasi-inovasi bari dalam pengolahan lingkungan hidup. Dari situlah titik awal terjadinya pembangunan yang seterusnya semakin brkembang.
Berikut adalah skema yang menunjukkan bahwa dalam suatu lingkungan ada pembangunan dikarenakan kepentingan sosial dan ekonomi:



Gambar 4: Penanaman Pohon Sebagai Cikal Bakal Pembangunan

3.    Lingkungan merupakan sumber ekonomi
           Sektor apapun yang digeluti manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pastilah berada dalam ruang berupa lingkungan tertentu. Sebuah negara akan maju apabila diawali dengan sektor pertanian yang kuat. Dari pernyataan tersebut tentu kita sudah mendapatkan gambaran bahwa potensi alam yang diolah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.
           Dengan catatan jangan mengabaikan sisi sensitif dari lingkungan. Karena apabila lingkungan terganggu walau hanya sepele kalihatannya tapi akan memberikan dampak bagi kita, dan dampak itu relatif tidak bisa diperkirakan seberapa buruk akhirnya.


Gambar 5 : lingkungan pertanian

4.    Lingkungan sebagai wadah interaksi
           Interaksi dalam hal ini adalah interaksi manusia dengan sesamanya dan juga interaksi dengan makhluk lainnya. Interaksi tidak serta merta terjadi dalam suatu lingkungan. Tetapi dengan adanya lingkungan itulah akan ada interaksi leboh lanjut.
           Dalam suatu lingkungan misalanya ekosistem yang merupakan jalinan hidup antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang terjadi pada suatu tempat atau kawasan (ruang). Pada jalinan hidup tersebut, terjadi interaksi dan interdependensi di antara suatu makhluk hidup dengan yang lainnya, dan terjadi interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Akibat dari hubungan-hubungan tadi, terjadilah stabilitas yang dinamik dalam arti terjadi keseimbangan yang berkembang dari waktu ke waktu sebagai akibat proses adaptasi sesamanya.



Gambar 6: interaksi manusia dengan alam

Gambar 7 : Lingkungan sebagai Wadah Interaksi


C.   Lingkungan Hidup yang Ideal

     Manusia modern dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat melepaskan diri dari penerapan teknologi, karena manusia modern tidak sekedar menjalani hidup akan tetapi telah menempatkan kenikmatan hidup sebgai salah satu sikap dan perilakunya dalam mencapai kbahagiaan. Sebgai konsekuensi dari perilaku manusia modern ini, maka kebutuhan untuk kehidupan yang diambil dari lingkungannya tidak lagi sebatas subsistensi (jumlah yang diperlukan untuk mempertahankan fungsi-fungsi hidup) akan tetapi telah meningkat pada jumlah kebutuhan yang berlebih.
     Jumlah sumber daya alam yang dibutuhkan semakin diperbesar lagi oleh pertumbuhan populasi manusia dan penemuan-penemuan baru berkat perkembangan sains dan teknologi. Akibatnya, sumberdaya alam dikuras serta kegiatan produksi dan konsumsi benda-benda keperluan sehari-hari akan dihasilakan tetapi ada juga produk sampingannya berupa limbah yang dapat mencemari lingkungan. Sebagai akibat lebih lanjut dari pencemaran, terjadi kerusakan dan mungkin kepunahan komponen biotik dalam ekosistem.kerusakan komponen biotik menyebabkan  daur biogeokimiawi, yaitu daur-daur materi dan aliran energi dalam ekosistem terganggu.
     Ketimpangan daur ekosistem akan mengakibatkan sumberdaya alam semakin turun kualitasnya dan juga kuantitasnya, yang akan dipuncaki dengan kepunahan sumberdaya alam tersebut. Jika hal ini terjadi maka daya dukung lingkungan untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya akan menjadi turun, sehingga (kelestaria) populasi manusia menjadi terancam. Dengan demikian untuk mempertahaknkan kelangsungan hidup manusia dari generasi ke generasi sampai pada akhir zaman perlu dilakukan pengelolaan lingkungan yang bijaksana sehingga terciptalah lingkungan hidup yang ideal.           
     Perencanaan dan pengelolaan lingkungan hanya kan berhasil baik jika bertumpu pada pengembangan sains dan teknologi, sehingga penerpan teknologi pada masyarakat tidak semata-mata teknologi eksploitasi, melainkan juga teknologi yang mampu mengarahkan perencanaan dan pengelolaan lingkungan dan sekaligus memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan hidup yang ideal.
Gambar 8: Ilustrasi Lingkungan Hidup yang Ideal

     Pengelolaan lingkungan sehingga menjadi ideal akan terlaksana apabila pada awal pemanfaatannya kita memperhatikan beberapa hal, untuk sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah:
1.    Terbatasnya jumlah kualitas sumber daya alam
2.    Lokasi sumberdaya alam serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan masyarakat dan pembangunan daerah
3.    Penggunaan hasil sumberdaya alam agar tidak boros
4.    Dampak negatif pengolahan yang berupa limbah dipecahkan secara bijaksana termasuk pembuangannya.

Sedangkan dalam pengolahan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui perlu memperhitungkan beberapa hal berikut:
1.   Cara pengolahan hendaknya dilakukan secara serentak disertai proses pembaruannya
2.  Hasil penggunaannya sebagian untuk menjamin pembaruan sumberdaya alam
3.  Penerapan teknologi yang tepat sehingga teknologi yang dipakai tidak merusak kemampuan sumberdaya alam untuk diperbaharui
4.  Dampak negatif pengolahannya ikut dikelola.

            Berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup, agar dapat dicapai pengembangan lingkungan hidup yang ideal yang dapat dijadika pedoman dalam pengelolaan lingkungan hidup, yaitu:
1.    Bahwa segala zar, benda, organisme hidup dan lain-lain dlam lingkungan saling berkaitan sesamanya. Oleh karena itu setiap usaha yang menyangkut zat, benda, dan organisme tertentu langsung berinteraksi dengan zat, benda, dan organisme lainnya di bagian lain dalam lingkungan. Hubungan interaksi ini bisa intensif dan segera terasa dalam waktu oendek, bisa pula bersifat tidak langsung dan bari terasa lewat beberapa waktu. Contoh pengaruh langsung yang terasa, yaitu penebangan hutan di hulu sungai, menyebabkan terjadinya erosi di bagian hulu dan besarnya pengendapan lumpur pada bagian hilir. Contoh pengaruh tidak langsung yang dalam jangka lama baru terasa akibatnya, yaitu tercemarnya air sungai oleh logam berat. Seperti diketahui bahwa dalam air hidup berbagai jenis ikan yang biasa dimakan oleh penduduk. Penduduk baru menderita penyakit puluhan tahun kemudian setelah memakan jenis ikan yang  hiudp pada air tercemar.

2.    Bahwa sesuatu yang dibuang dalam lingkungan alam tidak akan hilang. Limbah industri yang dibuang bisa dianggap hilang oleh pengusaha industri. Namun limbah itu sebetulnya hanya pindah tempat, masuk ke lingkungan air, udara, dan tanah. Hal ini dapat mengganggu kesehatan masyarakat di tempat atau lingkungan yang lain.
Ekosistem terbentuk sebagai hasil perkembangan alam dalam ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun. Untuk membuat lapisan lahan bagian atas setebal 2,5 cm, diperlukan waktu sekitar 300 tahun. Karena ekosistem membutuhkan waktu yang lama proses pembentukannya, maka harus kita jaga kelestariannya.

3.    Bahwa stabilitas ekosistem berkaitan langsung dengan keanekaragaman isi lingkungan. Semakin beraneka ragam isi lingkungan dengan bermacam-macam fauna dan flora, semakin stabil ekosistem itu. sebaliknya semakin seragam isi lingkungan dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang sedikit jenisnya, semakin labil dan goyah ekosistem itu.

4.    Bahwa ekosistem yang beranekargama dan stabil itu menumbuhkan kualitas hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekosistem yang seragam dan labil.

5.    Bahwa ekosistem yang kuat mendesak yang lemah. Kuat dalam makna fisik maupun intelegensi, mampu mendesak yang lemah.

6.    Tidak ada hal gratis dalam kehidupan lingkungan. Apabila manusia hanya memetik dari alam tanpa siklus kehidupan, hal ini akan menimbulkan ketidakseimbangan dan muncul gangguan atau bencana di saat lain. Apa yang diambil dari lingkungan hidup haru sdisertai dengan usaha memberikannya kembali kepada alam.

Yang perlu dipahami adalah bahwa lingkungan hidup di Indonesia banyak memiliki permasalahan. Banyak kondisi lingkungan hidup di Indonesia yang telah rusak, dalam arti banyak lingkungan hidup yang tidak seimbang keadaannya, sehingga kurang ada manfaatnya lagi bagi kehidupan manusia.
Sebagaimana telah dikemukakan, bahwa permasalahan lingkungan hidup disebabkan oleh berbagai faktor terutama oleh penduduk engan segala dinamika dan aktivitasnya dan pengelolaan sumberdaya yang kurang bijaksana. Sadar akan hal itu pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah pasti dalam usaha pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia idengan tetap memperhatikan kelestariannya. Langkah nyata pemerinta hIndonesia dalam pengelolaan lingkungan hidup agar dapat dicapai pengembangan lingkungan yang ideal adalah ditetapkannya Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 pada tanggal 11 Maret 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup serta pengaturan biaya pembangunan lingkungan hidup.
 

Notes Of Gea Template by Ipietoon Cute Blog Design