Wednesday, July 29, 2015

SM3T Indonesia

Kalian tahu SM3T itu apa?

Jangan sok tahu bila memang belum tahu.. tugas kita mencari tahu dari membaca, bertanya, dan mengamati, hingga akhirnya menyimpulkan.
Berawal dari sok tahu.. bermuara pada pengetahuan tentang SM3T yang lebih dari sekedar "kapan pendaftarannya?" atau "bagaimana cara daftarnya?" atau "apakah saya bisa ikut daftar bila.. blablablabla?" atau pertanyaan penting tapi ndak penting lainnya.. nah, karena penting tidaknya suatu masalah itu tergantung sudut pandang yang bertanya dan menjawab. kira-kira begitulah..

Jadi, sebelum engkau atau kita berkubang dalam genangan yang kita buat sendiri karena "kekonyolan" kita.. sebaiknya cari tahu lebih dahulu, bila kurang faham.. tanyakan kepada yang sekiranya lebih faham.
Sekarang saya sedang mendalami ilmu tentang SM3T *haduhapalah*, nanti saya bagikan ceritanya yaaa...

Lah, ini postingan apa?
Ini selayang pandaaaaaang.. supaya nanti saya ndak berbelit meliuk lagi waktu mulai menjelaskan intinya.

Tuesday, July 28, 2015

Komitmen "Stop Malas!"

assalamualaikum.. bertegur sapa dengan blog yang udah jamuran, sawangan, dan lumutan, jadi terharu..
Mohon maaf lahir dan batin pembaca setia, pembaca nyasar, dan pembaca sewaan :D

Selamat ulang tahun yang belum saya beri ucapan langsung via blog seperti biasanya.. Selamat melanjutkan hidup bagi yang telah mengalami masa berduka, semoga engkau semakin baik-baik saja... Selamat menempuh hidup baru, selamat untuk prestasinya, selamat bagi kalian yang telah selamat... yang belum selamat, kumaha? yaaah, selamat juga atuh.. selamat berjuang kembali sehingga bisa segera selamat.

Pada zaman dahulu kala.. saya beralasan malas memposting tulisan karena tidak tersedianya jaringan internet yang cukup, laptop yang terus sibuk digunakan untuk urusan pekerjaan dan duniawi.. Nyatanya itu tidak 100% benar-benar alasannya.. banyak waktu senggang yang saya miliki dan sama sekali tidak ada masalah dengan internet di lingkungan saya.. bahkan internet stay on dalam genggaman *kalau hp sedang digenggam*.

Nah, lihatlah pemirsa sekalian yang semoga berbahagia.. beginilah buah dari kemalasan. Akan banyak hal yang kita lewatkan, mungkin kita bisa saja menghibur diri.. tidak ada ruginya kok bermalas-malasan sebentar. Toh bisa segera mengejar ketertinggalan ini.. tapi dalam masa "ketertinggalan" orang lain yang tidak malas sudah mendapatkan banyak pengalaman hidup, sudah berkali-kali bangkit.. atau langsung berhasil pada percobaan pertama. Sementara untuk kita yang malas, sama sekali tidak ada jaminan apakah kita akan langsung berhasil atau harus jatuh dan belum tahu kapan akan bangkit.. Jangan menganggap remeh hidup, pencapaian tergantung usaha, doa dan seberapa rela kita mempasrahkan diri kepada Pemilik diri ini.

Jadi secara tidak langsung, untuk kesekian kalinya saya kembali membangun komitmen untuk kembali menulis aktif.. setidaknya dalam ranah pribadi ini.

Jangan malas!

Thursday, April 30, 2015

Edisi sangeunahna.. da emang ngeunah


Jadi begini... Entah mengapa kebanyakan tulisanku dibuka dengan jadi begini, padahal bisa juga begitu atau pada suatu ketika, pada suatu masa, saat aku belum bisa menulis dan bercerita.. maka aku tidak akan menulis dan tidak akan bercerita. Lalu pembaca atau pendengar akan menjadi edan.

Udahlah banyak omong, banyak nulis, banyak info, tapi ingat.. jangan banyak bohongnya. Bohong boleh, asal segera akui.. supaya ndak basi, lalu kebohongannya membusuk di dalam perut, kemudian menumpuk sangat banyak, lalu buncit, dan... dooorrrrr.. meledaklah kebohongan perut busuk. Ngomong dan nulis itu inspirasinya bisa darimana saja. Nulismah gampaaaang... kan udah pernah diajarin di sekolah. Tapi aku tidak sekolah, kumaha tah? Belajarlaaah.. ikuti perintah Tuhan dan Sunnah Rasulnya, belajar terus.. sampe mampus. Tapi aku disleksia, maneh ngeunah.. nah urang kumaha? Ah, jangan banyak alasan. Itu bisa ngomong, kan opsinya ada dua, ngomong atau nulis. pilih! setidaknya dengan memilih ataupun tidak memilih engkau telah menentukan jalan hidupmu. 

Nah, setelah penjelasan singkat dariku itu, apa sudah faham? ada yang ingin ditanyakan? Ah, teu kudulah.. aku akan enggan menjawab. Kan ini edisi sangeunahna aku.. 
Jadi ineu teh mau ngomong apa? Ineu teh? Atau Teh Ineu? Ah.. Sangeunahna urang ajalah..

Sebanarnya, dari lubuk hati yang teramat sangat dalam.. Aku tidak tahu dalamnya hati aku berapa dalam, tapi aku yakin tidak akan lebih dari satu meter. Keyakinan itu aku pertahankan atas dasar tinggiku yang hanya 155 cm jika aku menahan nafas dengan dada membusung seadanya.. Kalau aku tegap normal, lain lagi ceritanya.. Maka dengan tinggi segitu, hati aku mungkin hanya sebesar genggaman tangan.. itupun hatinya sudah ada yang menggenggam, bahkan hati aku bisa dibolak-balik dan dibelek (bacanya belek yang bener yaa.. bukan belek tahi mata). Nih, kalo ndak percaya...

“ Ya Allah, Yang Membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku ini agar selalu berada di dalam agama-Mu “ ( HR Tirmidzi )

Oleh karena hatiku yang tak seberapa merah dan tak seberapa dalam, lapang, dan tidak pula lebar.. aku mengakui. Sesungguhnya aku merasa terganggu dengan judul tulisan sangeunahna. Pertama, karena aku tidaklah benar-benar sesunda tu untuk mengucapkannya dengan lantang. Kedua, setahuku itu adalah kata-kata yang agak kasar bila disampaikan kepada orang tua.. misalnya pada dosen, rektor, presiden, atau tetangga yang tidak kita kenal dan tidak faham bahasa sunda. Ketiga, isi dan makna tulisan ini toh tidaklah ngeunah da lain dadaharan.

Akan tetapi.. patahlah ketiga alasan yang tidak kuat itu semua karena ini adalah edisi sangeunahna yang emang ngeunah.

--------------------------------------------------------------------------

Demikianlah tulisan ini mengakhiri postingan bulan april dalam blog pribadi yang dbagikan untuk publik ini. Sebanranya yang ingn aku sampaikan adalah.. Kau tahu? Ah, mungkin kau pening baca tulisannya.. biar aku jelaskan saja. Aku ingin bilang.. bicaralah, ngobrol.. Asal itu info dan jangan bohong. Menulislah, karena itu sama sekali tidak sulit.. tidak akan ada yang menyalahkan kita, selama kita tidak bohong dan tidak menjauhi Tuhan dan sunnah. Kuatkan hati kita yang lembek itu ketika Tuhan sedang membolak-baliknya.. tunjukkan bahwa kita pantas menjadi hamba-Nya. Pakailah tata bahasa yang tepat pada orang yang tepat. Ayo membaca!.

Mungkin kelak aku akan menjadi guru.. besar.. Setidaknya itulah yang sedang aku upayakan. Meski mungkin bukan menjadi guru yang berpakaian rapi, berdasi, atau berbaju coklat atau hijau, atau berbatik.. Aku, engkau, kita.. tetap harus menjadi guru yang baik, untuk generasi kita dan generasi selanjutnya bila kiamat belum tiba.

Hei, apakah engkau tahu apa itu ngeunah? Ngeunah adalah perasaan yang kita rasakan ketika gerah tiba-tiba ada angin semilir semerbak berhembus menerpa.. Ngeunah adalah perasaan ketika kita tidur hanya beberapa menit tapi sangat berkualitas. Dan ngeunah adalah perasaan seperti aku merasakan haiku mendadak lapang dan ada bunga-bunga harum bermekaran ketika aku bersama jantera. Ngeunah itu apaaaa? Bacalah, searching, tanya orang.. Jangan malas, aku juga tidak semumpuni itu untuk menjelaskannya. 

Salam, sayonara april...
 

Notes Of Gea Template by Ipietoon Cute Blog Design