Saturday, December 17, 2011

Konsep Dasar Geologi Lingkungan

Geologi merupakan ilmu mempelajari proses terbentuknya muka bumi dan perkembangannya. Objek kajian dari geologi adalah lithosfer yang merupakan lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri dari batuan.
    Geologi mempelajari proses, struktur, komposisi, stratifigasi, sejarah, dan bentukan atau kondisi lithosfer pada saat sekarang ini (hasilnya). Dimana semua hal itu berpengaruh terhadap kehidupan manusia.
    Adapun Geologi sangat berkaitan erat dengan lingkungan kehidupan manusia. Lingkungan merupakan suatu kesatuan ruang yang terdapat unsur biotik dan abiotik di dalamnya, serta kehidupan manusia dan pemanfaatannya. Geologi yang dipelajari dari sudut pandang kelingkungan adalah Geologi lingkungan yang merupakan cabang dari ilmu Geologi.
        Geologi lingkungan adalah interaksi antara manusia dengan lingkungan geologis. Lingkungan geologis terdiri dari unsur-unsur fisik bumi (batuan, sedimen, tanah dan fluida) dan unsur permukaan bumi, bentang alam dan proses-proses yang mempengaruhinya. Bagi kehidupan manusia, lingkungan geologis tidak hanya memberikan unsur-unsur yang menguntungkan/bermanfaat seperti ketersediaan air bersih, mineral ekonomis, bahan bangunan, bahan bakar dan lain-lain, tetapi juga memiliki potensi bagi terjadinya bencana seperti gempa bumi, letusan gunung api dan banjir.
        Geologi Lingkungan bisa dikategorikan sebagai bagian dari ilmu lingkungan, karena ilmu lingkungan adalah dasar pemahaman kita mengenai bumi dan membahas interaksi manusia dengan seluruh aspek yang ada disekelilingnya, termasuk aspek geologis serta dampaknya bagi kehidupan manusia. Karena itu filosofi utama dari geologi lingkungan adalah konsep manajemen lingkungan yang didasarkan pada sistem geologi untuk pembangunan berkelanjutan dan bukan pada beban lingkungan yang tidak bisa diterima.
        Ada tujuh konsep dasar dalam Geologi Lingkungan, diantaranya adalah:

1.    Konsep 1
    Pada dasarnya bumi merupakan suatu sistem tertutup. Suatu sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan komponen-konponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain sehingga membentuk suatu organisasi besar yang menjalankan suatu fungsi tertentu. Beberapa contoh dari sistem ini adalah planet dan laut. Setiap komponen tersebut pada dasarnya memiliki fungsi tersendiri, tetapi komponen-komponen tersebut dalam suatu kesatuan sistem mebentuk suatu fungsi baru yang lebih dinamis dan kompleks.
    Bumi merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yaitu atmosfer (komponen udara), hidrosfer (komponen air), biosfer (komponen hayati/makhluk hidup), dan litosfer (komponen batuan). Komponen-komponen tersebut saling berinteraksi dan membentuk suatu prinsip kesatuan lingkungan. Setiap perubahan yang terjadi pada suatu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain dan terjadi penyesuaian kembali oleh sistem secara keseluruhan. Misalnya, apabila terjadi letusan gunung berapi, maka imbasnya juga akan berpengaruh pada atmosfer, yaitu karena keluarnya gas vulkanik, dan juga akan berpengaruh pada komponen hidrosfer karena kan terjadi hujan pada daerah sekitarnya.
    Selama matahari masih memancarkan sinarnya ke bumi, maka akan terjadi perpindahan energi dari matahari ke bumi yang mempengaruhi proses-proses dalam kehidupan di bumi. Hal ini menunjukkan bahwa bumi merupakan suatu sistem terbuka karena menerima energi dari luar bumi itu sendiri.
    Namun, jika melihat daur alamiah yang terjadi di bumi itu sendiri, misalnya daur air dan batuan maka kita dapat berfikir bahwa bumi adalah suatu sistem tertutup karena adanya daur yang kontinu dari material-material yang ada di bumi itu. misalnya, air laut akan mengalami daur/siklus hidrologi dimana air laut tersebut akan berubah menjadi uap air yang kemudian menjadi awan, dan kemudian turun kembali ke bumi sebagai hujan dan pada akhirnya mengalir lagi ke laut. Atau siklus batuan dimana batuan/sedimen pada akhirnya juga akan menjadi padat. Jadi, meskipun nampaknya bumi ini merupakan suatu sistem terbuka karena hubungannya dengan energi dan material, tetapi pada dasarnya bumi adalah suatu sistem tertutup dalam hubungannya dengan daur alami.
2.    Konsep 2
    Bumi yang kita miliki sebagai tempat tinggal yang paling sesuai dengan kehidupan manusia ini mempunyai sumber daya alam yang terbatas. Leo F. Laporte, penulis senior dari The Earth and Human Affairs, mengatakan bahwa konsep kedua ini mengandung dua kebenaran, yaitu bahwa bumi yang kita tempati ini merupakan satu-satunya tempat yang cocok untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, dan yang kedua adalah sumber daya alam di bumi ini bersifat terbatas, sehingga sewaktu-waktu dapat habis apabila dieksploitasi secara berlebihan.
    Kita dapat tinggal di bumi ini, karena bumi ini didukung oleh kondisi yang memungkinkan untuk berlangsungnya kehidupan makhluk hidup, antara lain adanya air, udara untuk bernafas, suhu yang sesuai, dan adanya lapisan atmosfer yang komposisinya dapat mendukung berlangsungnya kehidupan, serta faktor-faktor lainnya.
    Namun, sumber daya yang ada di bumi ini bersifat terbatas, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui apabila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan manusia yang semakin lama semakin meningkat. Apalagi pada saat ini, banyak pihak-pihak yang melakukan pengeksploitasian sumber daya alam tanpa pernah berusaha melestarikannya. Hal tersebut tentu sangat berbahaya dan dapatmenjadi bumerang bagi manusia dan kehidupannya. Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal harus dapat menjaga dan melestarikan sumber daya  yang ada demi kelangsungan hidup dan kelangsunagn bumi di masa mendatang.
3.    Konsep 3
    Pada saat ini, proses-proses fisik telah mengubah bentang alam, baik secara alamiah dan buatan, yang telah tersusun selama periode geologi. Bumi ini bersifat dinamis dan tidak statis. Bumi selalu mengalami perubahan, baik yang bersifat alamiah atau terjadi dengan sendirinya karena aktivitas alam maupun yang terjadi karena perbuatan/ulah manusia.
    Proses-proses alam yang terjadi pada saat ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui proses alam yang terjadi pada masa lampau, dan dapat dijadikan prediksi untuk proses alam yang terjadi pada masa lampau, dan dapat dijadikan prediksi untuk proses alam yang akan terjadi di masa mendatang. Konsep tersebut adalah konsep dasar dari “Teori keseragaman” yang dinyatakan pertama kali oleh James Hudson pada tahun 1985 dan dijelaskna kembali oleh Charles Lyell. Teori keseragaman ini mengandung pengertian bahwa the present is the key to the past.
    Proses-proses perubahan yang dapat mengubah bentang alam ini dapat menjadi secara alamiah (contohnya peristiwa terpecahnya lempeng benua yang sebelumnya merupakan suatu kesatuan daratan menjadi beberapa benua dan pulau-pulau yang ada di bumi pada saat ini), ataupun karena perbuatan manusia. Kejadian tersebut akan sulit untuk dibuktikan apabila hal tersebut bukan prinsip keseragaman. Selain proses alaimah, proses perubahan tersebut juga berasal dari faktor aktivitas manusia. Sedangkan besarnya akibat yang ditimbulkan tergantung dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Adapun efek dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia itu dapt dikatakan kecil dalam skala global, tetapi dalam skala regional efek tersebut akan dapat dirasakan oleh makhluk hidup.

Monday, December 12, 2011

Setiap Hati Itu Butuh Peredam...

Aku bukan orang yang hebat untuk merangkai kata, tapi sepertinya aku cukup mampu menghargai dan mengapresiasi karya orang.. (--")
Jadi..hari ini aku sedang galau, capek banget banyak tugas-tugas yang belum juga selasai walau sudah dicicil.
kalimat-kalimat yang aku tulis disini beberapa diantaranya ditemukan dari sekejap menatap hebatnya orang lain berkarya sedang aku masih begini-begini juga adanya..

Bukanlah aku bila tak ceroboh sehingga luput dari dosa
Bukanlah aku bila jarang menggunakan hati untuk menemukanmu
Tentu bukan aku bila sempurna adanya..
Aku kini tak mengerti tentang nyanyian pagi
Aku lupa sendunya aubade
Bagai kapal terdampar, 
Aku terdampar di pulau antah berantah
Padahal di sebrang sana ada pulau yang hingar bingar
Aku melihatnya
Bukanlah aku bila tak ingin tahu ada apa disana
Bukanlah aku bila hanya berdiam diri
Tapi aku kini tak mengerti bahasa angin
Aku lupa bahasa tubuh rona hariku
Aku sudah menjadi sesuatu yang baru
Baru dan buruk tipis bedanya

Sekarang inilah aku..aku sedang menunggu waktu untuk menuju pulau hingar bingar itu
meninggalkan kelam ini
semoga aku kuat
jadilah kuat
pasti kuat
kuat..kuat..kuat..




Sunday, December 11, 2011

SMA Titian Teras Jambi


 Aku emang kelihatannya lemah yaa, di kelas kadang jadi korban juga diejekin teman-teman karena berasal dari sumatera, dikatain dusuuun :O
padahal seharusnya mereka tahu, aku berasal dari tempat yang hebat, dan pernah sekolah di dekolah yang hebat banget hehehe, jadi malam ini aku iseng googling, ternyata di wikipedia juga ada loh...segitu juga bagi aku sudah amazing banget... check it out deh..
SMA Titian Teras Jambi adalah sebuah sekolah berasrama dan merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang terletak di Jalan Lintas Jambi-Muara Bulian Km 21, Kelurahan Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Fasilitas yang terdapat di SMA Titian Teras antara lain:
  • Gedung serbaguna
  • Ruang Auditorium
  • Ruang Audiovisual
  • Masjid
  • GOR
  • Kolam renang
  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa Indonesia
  • Laboratorium Bahasa Inggris
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium Fisika
  • Laboratorium Biologi
  • Laboratorium Internet
  • Laboratorium Komputer
  • Mini Market
  • Poliklinik.
Sekolah ini didirikan pada tanggal 14 Juli 1994 dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jambi pada saat itu, Bapak Abdurrahman Sayoeti. Semula SMA Titian Teras berlokasi di Kota Baru, Kota Jambi, namun sejak tahun 1996 SMA Titian Teras berlokasi di kelurahan Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi di atas lahan seluas ±11 Hektar. SMA Titian Teras menjadi sebuah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada tahun 2006 dan menjadi salah satu SMA unggulan di Provinsi Jambi. Pada tahun 2010, SMA Titian Teras mendapatkan ISO 9001 oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN). SMA Titian Teras telah memiliki banyak prestasi baik di tingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional. Saat ini SMA Titian Teras memiliki jumalh siswa dan siswi sebanyak ±550 orang yang berasal dari setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi serta Provinsi lainnya seperti Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan dan sebagainya. SMA Titian Teras memiliki sebuah tabloid bulanan yang beredar di lingkungan SMA Titian Teras yang bernama Gema Insan Akademik Titian Teras (GIATT). Selain pendidikan akademik, di SMA Titian Teras juga terdapat pendidikan non akademik yang terdapat dalam kegiatan ekstrakurikuler antara lain:
  • Futsal
  • Basket
  • Voli
  • Teater
  • Seni Tari
  • Seni Tarik Suara
  • Marching Band
  • Pramuka
  • PMR
  • English Club
  • Japanese Club
  • Arabic Club
  • Karya Ilmiah Remaja
  • dan lain-lain.

 

Notes Of Gea Template by Ipietoon Cute Blog Design